Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,53 persen ke level Rp17.856 per dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya.
- Sikap The Fed yang lebih hawkish mendorong penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level tertinggi sejak Maret 2026.
- Kepala Ekonom Bank Mandiri memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.700-Rp17.770 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Kamis (18/6/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.856 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,53 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.762 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan indeks dolar AS (DXY) naik di atas level 100,3 atau menjadi yang tertinggi sejak Maret 2026. Penguatan dolar terjadi setelah pelaku pasar mencermati hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
“Bank Sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50-3,75 persen sesuai ekspektasi pasar dalam pertemuan pertama yang dipimpin Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh,” kata Andry, Kamis, 18 Juni 2026.
Baca juga: Rupiah Mulai Stabil, BI Diperkirakan Tahan BI Rate di Level 5,50 Persen
Menurut Andry, proyeksi para pembuat kebijakan The Fed lebih hawkish dibandingkan perkiraan sebelumnya. Sekitar separuh anggota FOMC memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini.
The Fed juga merevisi naik proyeksi inflasi. Inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) 2026 diperkirakan mencapai 3,6 persen, naik dari proyeksi Maret sebesar 2,7 persen. Sementara inflasi inti PCE diproyeksikan sebesar 3,3 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,7 persen.
“Pelaku pasar kini telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun. Sementara itu, Ketua The Fed Kevin Warsh mengumumkan sejumlah perubahan di institusi tersebut, termasuk pembentukan lima gugus tugas yang akan menangani komunikasi bank sentral, pengelolaan neraca, dan berbagai isu lainnya,” tambahnya.
Harga Emas dan Minyak Melemah
Di sisi lain, harga emas bertahan di bawah USD4.300 per troy ons setelah anjlok hampir 2 persen pada sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi seiring meningkatnya dukungan terhadap kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.
Sementara itu, harga minyak mentah turun di bawah USD76 per barel dan melanjutkan penurunan menuju level terendah sejak awal Maret. Penurunan dipicu laporan mengenai penandatanganan perjanjian damai sementara secara digital antara AS dan Iran.
Baca juga: Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (18/6) Naik, Cek Daftar Lengkapnya
Dengan perkembangan tersebut, Andry memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.770 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.770 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra


