Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah ke Rp17.223 per dolar AS pada 28 April 2026, turun 0,07% dari penutupan sebelumnya di Rp17.211
- Pelemahan dipicu sentimen global risk-off akibat meningkatnya ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah, termasuk penolakan AS atas usulan Iran
- Penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak menekan rupiah, dengan proyeksi bergerak di kisaran Rp17.150–Rp17.300 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (28/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.223 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,07 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.211 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS seiring berubahnya sentimen pasar global ke arah risk-off setelah meningkatnya ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah (Timteng).
Hal itu disebabkan oleh laporan terbaru yang menyebutkan bahwa AS tidak menerima usulan perdamaian terbaru Iran.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, BI Klaim Cadangan Devisa Aman
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang berbalik risk off dari ketidakpastian perdamaian di Timteng oleh laporan apabila AS tidak meneirma usulan perdamaian terbaru Iran,” kata Lukman, Selasa, 28 April 2026.
Ketidakpastian tersebut turut mendorong penguatan indeks dolar AS (DXY) serta harga minyak mentah dunia juga kembali mengalami lonjakan.
Baca juga: BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.150 hingga Rp17.300 per dolar AS.
“Rupiah akan bergerak di range Rp17.150 hingga Rp17.300 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama








