Poin Penting
- Halodoc: Telekonsultasi efektif menekan kunjungan rawat jalan di tengah inflasi medis 15,1 persen
- Layanan digital-first tangani ±95 persen kasus tanpa tatap muka dan turunkan biaya kesehatan hingga 15 persen
- Halodoc for Business integrasikan konsultasi, obat, dan klaim untuk efisiensi dan produktivitas karyawan.
Jakarta – Ekosistem layanan kesehatan digital Halodoc merilis laporan kesehatan Indonesia Health Insights Q2 2026, dengan tema “Peran Telekonsultasi dalam Mengurangi Kunjungan Offline Rawat jalan yang Tidak Diperlukan”.
Di tengah inflasi medis Indonesia yang diproyeksi mencapai 15,1 persen di tahun ini, kesehatan karyawan tetap merupakan aset utama bagi perusahaan untuk menjaga produktivitas.
Laporan ini juga membuktikan bahwa pendekatan digital first, termasuk lewat layanan telekomunikasi berdampak pada efisiensi biaya dan tunjangan kesehatan karyawan. Di lain sisi, karyawan juga lebih nyaman karena bisa mengakses layanan kesehatan kapan saja tanpa antrian.
Sebagai gambaran, lebih dari 69 persen penduduk Indonesia ada di usia produktif. Oleh sebab itu, kesehatan karyawan bukan sekadar benefit, tapi aset strategis yang berpotensi langsung berdampak pada produktivitas dan daya saing bisnis perusahaan.
Baca juga: Inovasi Kesehatan dan Asuransi Menjadi Kunci Imbangi Inflasi Medis
Tapi, ketergantungan pada layanan kesehatan offline justru menciptakan inefisiensi ganda, yakni waktu kerja karyawan terbuang dan klaim outpatient care terus membebani anggaran perusahaan.
Menurut Thomas Suhardja, Chief Human Capital Halodoc, produktivitas karyawan bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang diselesaikan. Tapi seberapa optimal seseorang bisa berkontribusi ketika kondisi fisik dan mentalnya benar-benar terjaga.
“Tugas praktisi HR bukan hanya merekrut dan mengelola, tapi memastikan setiap karyawan punya fondasi yang kuat untuk berkembang, dan menjaga kesehatan dengan baik, baik itu fisik maupun mental,” ujarnya dalam perilisan laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 oleh Halodoc di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Kondisi ini disebut bisa diatasi atau paling tidak diminimalisir lewat keberadaan telekonsultasi. Laporan Indonesia Health Insights menyebut bahwa sebagian besar keluhan medis yang bersifat umum dapat ditangani secara digital tanpa tatap muka. Kunjungan fisik hanya pada yang benar-benar membutuhkan tindakan fisik lanjutan dengan tenaga medis.
Integrasi layanan telekonsultasi sebagai lini pertama layanan kesehatan, terbukti dapat menyelesaikan hingga 95 persen kasus kronis (kondisi yang memerlukan pemantauan konsisten jangka panjang) dan 94 persen kasus akut (datang tiba-tiba dan mendorong pasien untuk segera mengambil keputusan), tanpa kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan dalam periode observasi 30, 60, hingga 90 hari.
“Dengan mengintegrasikan ekosistem Halodoc sebagai tunjangan kesehatan karyawan, perusahaan disebut bisa menyediakan akses layanan kesehatan yang lebih mudah, lengkap, dan hassle-free, sekaligus berpotensi menekan biaya kesehatan hingga 15 persen dalam satu tahun melalui layanan telekonsultasi atau Digital Cashless Outpatient (DCO).
“Penghematan ini membuka ruang bagi perusahaan untuk mengalokasikan anggaran ke program kesejahteraan atau inisiatif strategis yang lebih berdampak lainnya bagi karyawan,” tegas Thomas.
Ekosistem Terintegrasi Halodoc for Business
Halodoc sendiri menyediakan layanan Halodoc for Business, berupa rangkaian layanan kesehatan terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Ini mensimplifikasi layanan kesehatan bagi perusahaan dan karyawan sebagai pasien.
Halodoc for Business ini antara lain menyediakan Digital Cashless Outpatient (DCO), yakni layanan konsultasi dokter online 24 jam dan pengiriman obat cashless yang tersambung langsung dengan asuransi kesehatan karyawan melalui aplikasi Halodoc.
Baca juga: Inflasi Medis Meningkat, Risiko Kenaikan Premi Asuransi jadi Sorotan
Lalu ada, Third Party Administrator (TPA), yaitu sistem pemrosesan klaim berbasis teknologi AI yang disebut bisa memangkas biaya operasional hingga 18 persen.
Telekonsultasi tentu tidak menggantikan layanan pemeriksaan fisik langsung. Tapi jika dibutuhkan untuk melakukan kunjungan fisik, dapat menjadi lebih selektif dan tepat sasaran.
“Dengan pendekatan digital-first dan integrasi ekosistem layanan kesehatan, Halodoc for Business memposisikan telekonsultasi sebagai strategi perusahaan yang efektif, yang dapat membantu menyelesaikan sebagian besar kebutuhan kesehatan karyawan tanpa harus berujung pada kunjungan fisik yang tidak perlu, serta mendorong efisiensi sistem kesehatan perusahaan secara menyeluruh,” kata Head of Business Strategy Halodoc Puspa Angelia. (*) Ari Astriawan








