Poin Penting
- BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp319 miliar pada kuartal I 2026, ditopang pertumbuhan pembiayaan 4 persen yoy menjadi Rp10,6 triliun dan aset naik 7 persen yoy menjadi Rp23,2 triliun
- Kinerja keuangan terjaga solid dengan RoA 7,1 persen dan CAR 59,2 persen, mencerminkan kualitas portofolio yang semakin baik
- Model pendampingan nasabah melalui Community Officer dan program BDKS terbukti meningkatkan kualitas pembiayaan dan kepercayaan nasabah.
Jakarta – PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih Rp319 miliar. Capaian laba bersih perseroan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan dan peningkatan kualitas portofolio.
Hingga Maret 2026, penyaluran pembiayaan BTPN Syariah tumbuh 4 persen year on year (yoy) menjadi Rp10,6 triliun. Sejalan dengan pembiayaan yang positif, total aset BTPN Syariah ikut terdongkrak menjadi Rp23,2 triliun, atau tumbuh 7 persen yoy.
Sementara rasio keuangan yang tetap solid. Ini tercermin dari return on asset (RoA) sebesar 7,1 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 59,2 persen per Maret 2026.
Baca juga: Allianz Syariah Gandeng BTPN Syariah Hadirkan Guardia RENCANA Syariah
Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah menjelaskan, pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi penguatan pendampingan nasabah yang menjadi fokus utama perseroan dalam melayani masyarakat inklusi.
“Penyaluran pembiayaan terus diperkuat melalui model pendampingan yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta membentuk perilaku unggul nasabah,” ujar Fachmy dikutip 27 April 2026.
Dia melanjutkan, setiap pembiayaan yang disalurkan diikuti dengan pendampingan agar nasabah mampu menerapkan empat perilaku unggul BDKS, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.
“Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank,” tambah Fachmy.
Menurutnya, kualitas pembiayaan menjadi penopang utama laba kuartal pertama ini mengalami pertumbuhan. Pada 2026, perseroan melanjutkan fokus di tahun sebelumnya, sambil mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan yang ada.
“Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi agar memiliki perilaku unggul sebagai kunci keberhasilan,” jelasnya.
Keberhasilan penyaluran pembiayaan tidak terlepas dari peran Community Officer (CO) sebagai garda terdepan BTPN Syariah yang hadir langsung di sentra nasabah.
Melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), CO memberikan pendampingan menggunakan modul yang relevan dengan kondisi usaha ultra mikro.
Selain itu, CO berperan sebagai role model dalam penerapan perilaku unggul BDKS sekaligus memperkuat solidaritas antar nasabah di sentra.
Seiring dengan kinerja yang positif, BTPN Syariah juga terus mengoptimalkan proses internal untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca juga: BTPN Syariah Cetak Laba Rp1,2 Triliun di 2025, Tumbuh 13 Persen
Pada kuartal 2026, BTPN Syariah memperkuat kapasitas CO agar pendampingan yang diberikan semakin efektif dan responsif.
Pengelolaan sentra yang solid menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan juga menghadirkan program reward untuk mendorong kedisiplinan nasabah dalam mengikuti pertemuan, serta menyiapkan inisiatif diversifikasi produk bagi nasabah yang berkembang melalui layanan yang lebih komprehensif dalam ekosistem BTPN Syariah. (*)








