Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,06 persen ke level Rp17.963 per dolar AS pada perdagangan Kamis (25/6/2026), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.952 per dolar AS
- Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed, yang mendorong penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level tertinggi dalam 13 bulan terakhir
- Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Kamis (25/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.963 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,06 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.952 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini seiring dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) atau Fed Fund Rate (FFR).
Baca juga: Jaga Nilai Rupiah, Dasco Ajak Masyarakat Tukarkan Dolar AS
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed,” ujar Lukman, Kamis, 25 Juni 2026.
Lukman menyebutkan, sentimen tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS (DXY) naik ke level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.
“Kondisi tersebut membawa indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru dalam 13 bulan,” imbuh Lukman.
Baca juga: Skenario Terburuk Rupiah Rp20.000 per Dolar AS, Ekonom Ingatkan Risiko Kontraksi Ekonomi
Dengan kondisi itu, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


