Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,21% ke Rp17.280 per dolar AS pada perdagangan Rabu.
- Tekanan berasal dari konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan minyak global dan memicu inflasi.
- Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.184-Rp17.266 per dolar AS hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Rabu (29/4/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.280 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,21 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.243 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, Presiden Donald Trump menyebut Iran telah meminta AS mencabut blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Negosiasi untuk mengakhiri konflik masih berlangsung, sementara gangguan mulai memperketat pasokan energi dari Timur Tengah.
“Penutupan jalur penting ini telah memutus sekitar 20 persen aliran minyak global, memicu apa yang disebut IEA sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah tercatat dan memperkuat tekanan inflasi,” kata Andry, Rabu, 29 April 2026.
Baca juga: Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Bukan karena Fundamental
Indeks dolar AS (DXY) naik tipis ke level 98,7, mendekati level tertinggi dalam tiga minggu. Penguatan ini dipicu ketidakpastian di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran terhadap spiral inflasi.
Pasar Menanti Kebijakan The Fed
Sementara itu, rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) dimulai hari ini. Pelaku pasar memperkirakan suku bunga acuan atau Federal Funds Rate (FFR) akan dipertahankan, tanpa perubahan hingga sisa tahun ini.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah Imbas Perdamaian Konflik Timteng yang Makin Tak Pasti
Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.184 hingga Rp17.266 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp17.184 dan Rp17.266 per dolar AS,” ujar Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra








