Poin Penting
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mencatat laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I 2026, berbalik dari rugi Rp367 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
- Kinerja didorong pertumbuhan pendapatan 26 persen yoy menjadi Rp5,3 triliun dan lonjakan GTV inti 65 persen yoy, seiring efisiensi biaya dan pemanfaatan teknologi serta AI.
- GoTo mencatat arus kas bebas positif Rp1,3 triliun dan EBITDA Rp907 miliar, serta mempertahankan target EBITDA tahunan Rp3,2–Rp3,4 triliun di tengah ketidakpastian global.
Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk pertama kalinya berhasil membukukan laba bersih Rp171,miliar di kuartal I 2026, dibanding tahun lalu yang masih mengalami rugi bersih Rp367 miliar.
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, mengatakan capaian laba bersih itu mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha.
“Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini,” ucap Hans dalam keterangan resmi dikutip, 29 April 2026.
Baca juga: GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim
Sementara, Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menambahkan dari sisi pertumbuhan pendapatan tercatat melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis fintech maupun on-demand services.
Tercatat, pendapatan bersih perseroan tumbuh 26 persen year on year (yoy) menjadi Rp5,3 triliun seiring dengan pertumbuhan GTV inti Grup sebesar 65 persen yoy menjadi Rp138 triliun, dengan total GTV naik menjadi Rp236 triliun, meningkat 63 persen yoy.
“Biaya layanan kami juga menurun seiring dengan strategi teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kami yang mulai membuahkan hasil,” ujar Simon dalam kesempatan yang sama.
Tidak hanya itu, memasuki sisa tahun ini perseroan dalam posisi arus kas bebas yang disesuaikan positif senilai Rp1,3 triliun dan neraca keuangan yang kuat, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp907 miliar atau naik 131 persen yoy.
Baca juga: GOTO Hadirkan Empat Inisiatif untuk Tingkatkan Kesejahteraan Driver
Alhasil, untuk tahun ini GOTO menegaskan kembali pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-Rp3,4 triliun, meskipun mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal I 2026. Hal tersebut mempertimbangkan ketidakpastian makroekonomi global yang terjadi saat ini.
Proyeksi tersebut mencerminkan estimasi awal perseroan, yang seluruhnya masih bergantung pada berbagai risiko, termasuk meningkatnya persaingan pasar, inflasi biaya, dan ketidakpastian makroekonomi serta variabel lainnya. (*)
Editor: Galih Pratama








