Poin Penting
- Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian
- Pemerintah menegaskan komitmen mendorong koperasi berbasis syariah, termasuk peran koperasi pesantren sebagai penggerak ekonomi masyarakat
- MES menargetkan peningkatan market share ekonomi syariah di atas 50 persen, setelah capaian memasyarakatkan ekonomi syariah berhasil
Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) resmi menetapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani sebagai ketua umum MES. Sementara Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, ditetapkan sebagai ketua Harian MES.
Ferry menegaskan bahwa melalui kepengurusan baru yang terbentuk diharapkan dapat memajukan ke depan. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak khususnya koperasi dengan MES untuk terus mendorong peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
“Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah ini kami nilai sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program yang berkelanjutan serta inklusif,” kata Ferry, Minggu, 11 Januari 2026.
Baca juga: Rosan Klaim Hilirisasi Kelapa Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Ia menambahkan, bahwa saat ini sudah banyak contoh dan praktek baik dari koperasi-koperasi berbasis syariah yang sukses mengembangkan ekosistem bisnisnya sehingga dapat menjadi tumpuan bagi pengembengan ekonomi masyarakat. Sebagai contoh Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey Bandung yang sukses mengembangkan ekosistem bisnis di sektor pertanian.
“Saat ini juga banyak dari Koperasi Pondok Pesantren yang kita minta untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.
MES sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422 H atau bertepatan dengan 26 Maret 2001. MES didirikan dengan tujuan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan dan sesuai prinsip syariah.
Organisasi ini bersifat mandiri, bukan bagian dari pemerintah maupun politik, dan berperan sebagai wadah inklusif untuk menghimpun seluruh sumber daya dalam rangka membangun ekonomi syariah.
Sementara itu, Rosan Roeslani menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
“Bagaimana kita membumikan program kita sehingga lebih dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Rosan juga menyinggung inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah Haji khususnya dari Indonesia dapat lebih baik.
Baca juga: Rosan Bertemu 5 CEO Besar Australia, Bahas Apa?
“Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini di kuartal IV akan kita mulai pembangunannya,” kata Rosan dalam sambutannya.
Rosan menutup dengan doa dan harapan agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi. Ia berharap dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak agar berbagai program strategis pemerintah ataupun program prioritas dari MES dapat terlaksana dengan baik.
“Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” tutur Rosan.
Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin memberikan refleksi atas perjalanan ekonomi syariah di Indonesia. Sejak berdirinya MES, terdapat dua sasaran utama yang ingin dikembangkan yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.
“Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor 3, dari sebelumnya di posisi 18,” ungkapnya.
Ma’ruf menegaskan target ke depan MES adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50 persen atau dengan istilah lainnya mensyariahkan ekonomi masyarakat.
Hingga saat ini satu dari dua target tersebut telah tercapai yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah, namun saat ini belum mampu mensyariahkan ekonomi masyarakat.
“Capaian kita di sektor keuangan baru 30 persen (mensyariahkan ekonomi). Oleh karena itu, sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menutup dengan optimisme bahwa ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus amal sholeh bagi seluruh insan yang terlibat di dalamnya terutama kepada seluruh pengurus organisasi MES. Ma’ruf Amin berharap keberadaan MES dapat benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional.
“Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama










