Poin Penting:
- Muhammad Cholil Nafis ditetapkan sebagai Komisaris Independen BSI melalui RUPST dan menunggu persetujuan OJK.
- Cholil Nafis merupakan ulama moderat, akademisi, dan Waketum MUI yang aktif di bidang ekonomi syariah dan dakwah nasional.
- Penunjukan ini melengkapi susunan baru pengurus BSI yang diisi kombinasi profesional dan tokoh publik.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk menetapkan Muhammad Cholil Nafis sebagai Komisaris Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa, 5 Mei 2026 di Jakarta.
Penunjukan Cholil Nafis ini menambah deretan tokoh nasional yang masuk dalam jajaran pengurus bank syariah terbesar di Indonesia.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan keputusan tersebut masih menunggu persetujuan regulator.
“Penetapan akan tersebut berlaku efektif setelah lulus fit and proper OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, RUPST juga menetapkan Rektor Institut Agama Islam SEBI, Sigit Pramono, sebagai Komisaris. Dengan demikian, struktur pengurus BSI mengalami penyegaran baik di level komisaris maupun direksi.
Baca juga: RUPST BSI Tetapkan Waketum MUI jadi Komisaris Independen, Ini Susunan Terbarunya
Profil Cholil Nafis: Ulama Moderat dan Akademisi
Muhammad Cholil Nafis dikenal sebagai cendekiawan muslim, akademisi, sekaligus pendakwah yang aktif di berbagai bidang. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.
Kiprahnya tidak hanya di mimbar dakwah, tetapi juga di ranah akademik dan pemikiran ekonomi syariah. Cholil dikenal mengusung pendekatan wasathiyah (moderat), dengan mendorong Islam yang ramah, intelektual, dan solutif terhadap persoalan bangsa.
Ia juga aktif sebagai dosen pascasarjana di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, penulis buku keislaman, narasumber televisi nasional, serta pengasuh pesantren.
Rekam Jejak Pendidikan dan Karier
Lahir di Sampang, Jawa Timur, 1 Juni 1975, Cholil Nafis menempuh pendidikan dari pesantren hingga perguruan tinggi internasional. Ia meraih gelar Lc dari Ibnu Sa’ud Islamic University Jakarta dan S.Ag dari STAI Az-Ziyadah.
Pendidikan magister ditempuh di UIN Jakarta, sementara gelar doktor diraih dari University of Malaya, Malaysia. Ia juga mengikuti program postdoctoral di Maroko serta berbagai short course internasional, termasuk di Inggris dan Singapura.
Dalam perjalanan kariernya, ia aktif di berbagai organisasi, mulai dari Ketua Umum PMII Jakarta Pusat hingga posisi strategis di MUI dan PBNU. Saat ini, ia juga terlibat dalam Dewan Syariah Nasional serta berbagai forum keislaman internasional.
Baca juga: Tok! BSI (BRIS) Sepakat Bagikan Dividen Rp1,51 Triliun
Susunan Pengurus Terbaru BSI Hasil RUPST 2026
Dengan masuknya Muhammad Cholil Nafis, susunan Dewan Komisaris BSI kini diisi oleh sejumlah tokoh, antara lain:
- Komisaris Utama: Muhadjir Effendy
- Komisaris Independen: Felicitas Tallulembang
- Komisaris: Mochamad Agus Rofiudin
- Komisaris: Kamaruddin Amin
- Komisaris Independen: Nizar Ahmad Saputra
- Komisaris Independen: Addin Jauharudin
- Komisaris: Sigit Pramono
- Komisaris Independen: Muhammad Cholil Nafis
Sementara itu, jajaran direksi tetap dipimpin oleh Anggoro Eko Cahyo sebagai Direktur Utama, didampingi sejumlah direktur di bidang strategis seperti retail banking, teknologi informasi, hingga manajemen risiko.
Penunjukkan Muhammad Cholil Nafis sebagai Komisaris Independen memperkuat peran keilmuan dan perspektif syariah di tubuh BSI, sekaligus mencerminkan sinergi antara dunia keagamaan dan industri keuangan syariah di Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


