Ilustrasi - Realisasi belanja pemerintah pusat. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga Mei 2025 mencapai Rp694,2 triliun atau 25,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
“Belanja pemerintah pusat telah dibelanjakan Rp694,2 triliun. Di bulan Mei terjadi percepatan belanja barang dan modal dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” kata Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan dalam Konferensi Pers APBN Kita, di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2025.
Baca juga: Sri Mulyani Umumkan APBN Defisit Rp21 Triliun pada Mei 2025
Suahasil menjelaskan, pada beberapa bulan yang lalu pemerintah melakukan percepatan belanja perlindungan sosial atau bantuan sosial (bansos). Sementara, untuk bulan ini pemerintah melakukan percepatan belanja barang dan modal. Menurutnya, setiap bulan pergerakan dari APBN sangat tergantung pada jenis belanja.
Lebih lanjut, belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp325,7 triliun atau 28,1 persen dari target APBN 2025. Dipengaruhi oleh percepatan realisasi belanja barang dan modal selama Mei 2025.
Baca juga: Penerimaan Pajak Mei 2025 Masih Terkontraksi 10,14 Persen Jadi Rp683,3 Triliun
Kemudian, belanja non K/L sebesar Rp368,5 triliun atau 23,9 persen dari pagu APBN 2025, utamanya terdiri atas pembayaran manfaat pensiun dan subsidi tepat waktu.
Sementara secara keseluruhan dari sisi belanja, negara telah menggelontorkan dana Rp1.016,3 triliun atau 28,1 persen dari total alokasi anggaran tahun ini yang sebesar Rp3.621,3 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More
Poin Penting Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih… Read More
Poin Penting Allianz mencatat klaim asuransi di Bali mencapai Rp22 miliar sepanjang 2025, didominasi kerusakan… Read More
Poin Penting HSG ambruk 4,88 persen ke level 7.922,73 pada perdagangan 2 Februari 2026, dengan… Read More