Direktur Utama (Dirut) PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), Made Arya Amitabha (kiri) meraih penghargaan Special Awards Top 100 BPR The Finance 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Eko B. Supriyanto, Chairman The Finance dalam, di Jakarta, Jumat, 20 Juni 2025. (Foto: Muhammad Zulfikar)
Jakarta – Direktur Utama (Dirut) PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti), Made Arya Amitabha, meraih penghargaan Special Awards Top BPR Leader in Woman and Indigenous People Empowerment dalam ajang Top 100 BPR The Finance 2025.
Penghargaan khusus tersebut diberikan kepada Dirut BPR Kanti, Made Arya Amitaba atas dedikasinya dalam pemberdayaan perempuan dan masyarakat adat. Diketahui, BPR Kanti berbasis di Gianyar, Bali.
Meski meraih penghargaan, Made menuturkan bahwa di tengah ketidakpastian global, kinerja BPR masih cukup berat dan membutuhkan dorongan melalui penyesuaian regulasi serta kolaborasi antarsektor industri.
“Karena yang penting juga kan kita jangan sampai dalam kondisi yang abnormal ini regulasinya normal ya,” ujar Made saat ditemui Infobanknews, usai acara Penganugerahan TOP 100 BPR The Finance 2025, yang diselenggarakan majalah digital The Finance, bagian dari Infobank Media Group, di Jakarta, Jumat, 20 Juni 2025.
“Jadi, perlu ada suatu titik temu sehingga semua bisa berjalan dari sisi regulasinya,” sambungnya.
Baca juga: Data Terbaru! OJK Catat Ada 1.518 BPR-BPRS hingga Mei 2025
Lebih lanjut, Made tetap optimistis kinerja BPR Kanti akan terus tumbuh meskipun kondisi saat ini masih belum stabil.
Ia juga menegaskan bahwa BPR merupakan garda terdepan dalam menyediakan pembiayaan bagi masyarakat kecil.
“Dengan kondisi yang ada, kita harus berupaya untuk mencari terobosan-terobosan baru yang selalu bergerak. Jadi, bagaimana kita ke depan ya tentu dengan kita bergerak seoptimal mungkin di lapangan seharapan kita juga krisis ini kita bisa atasi itu,” imbuhnya.
Terobosan yang dimaksud Made mencakup kerja sama dengan BPR lain melalui kolaborasi dan sinergi, termasuk dengan lembaga keuangan lain seperti fintech, guna memudahkan layanan kepada masyarakat.
Adapun target pertumbuhan kredit BPR Kanti di tengah pemulihan yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19, masih diupayakan tumbuh dua digit.
Baca juga: BPR Kanti Kembali Gelar Tabungan Arisanku, Total Hadiah Rp3 Miliar
Sementara dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), pertumbuhan diperkirakan masih di bawah proyeksi kredit karena bergantung pada kondisi global yang memengaruhi industri keuangan.
“(Target) laba juga tidak begitu besar juga ya, nah jadi kita dalam kondisi ini yang penting kita bisa bertahan. Kalau laba, kita cukup bagus yang tumbuhnya (2024),” katanya.
“Nah, untuk di tahun 2025, ini yang pasti kita berpikir ya. Jadi nggak sampai dua digit lah. Tapi kalau untuk kredit kita optimalkan lah,” tutupnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG menguat di awal perdagangan: Pada pembukaan 12 Januari 2026 pukul 09.04 WIB,… Read More
Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More
Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Senin (12/1/2026) sebesar 0,17 persen ke level Rp16.847… Read More
Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More