Poin Penting
- BNI meluncurkan fitur QRIS Cross Border di China melalui wondr by BNI, memungkinkan nasabah bertransaksi di merchant Alipay dan UnionPay tanpa menukar uang tunai
- Inisiatif ini merupakan kolaborasi dengan BI dan pelaku industri pembayaran, untuk memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara serta memudahkan transaksi wisatawan RI dan China
- Langkah ini diharapkan mendorong transaksi internasional dan pariwisata, seiring tren positif pembayaran digital yang tumbuh 33,76 persen yoy di triwulan I 2026.
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas layanan pembayaran digital dengan menghadirkan fitur QRIS Cross Border di China melalui aplikasi wondr by BNI.
Dengan fitur ini, nasabah BNI kini dapat bertransaksi di merchant yang terhubung dengan Alipay dan UnionPay hanya dengan memindai kode QR, tanpa perlu menukarkan uang tunai.
Peluncuran inisiatif tersebut dilakukan bersama Bank Indonesia (BI) dan para penyedia jasa pembayaran, lembaga keuangan non-bank, dan perbankan pada 30 April 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
Baca juga: Adu Laba BCA, BNI, dan BTN di Kuartal I 2026, Siapa Jawaranya?
Senior Executive Vice President Network and Sales BNI Sri Indira mengatakan, pengembangan fitur ini memberikan kemudahan transaksi bagi nasabah sekaligus mendukung integrasi sistem pembayaran global.
“Peluncuran ini menjadi langkah nyata BNI dalam mendukung ekosistem pembayaran digital yang semakin global. Kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan mudah di mana pun, termasuk di China, sekaligus mendorong peningkatan transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip 1 Mei 2026.
Melalui fitur tersebut, kata Sri, nasabah wondr by BNI dapat langsung melakukan pembayaran di berbagai merchant di China yang telah terhubung dengan jaringan pembayaran digital setempat. Sebaliknya, wisatawan asal China juga dapat bertransaksi di merchant BNI di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran mereka yang telah terintegrasi dengan QRIS.
“BNI menilai langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat interkoneksi sistem pembayaran antara Indonesia dan China,” tambahnya.
Selain meningkatkan kemudahan transaksi lintas negara, fitur ini juga berpotensi mendorong peningkatan transaksi inbound, khususnya dari wisatawan China yang merupakan salah satu kontributor utama sektor pariwisata nasional.
Baca juga: Dajia Hao! QRIS Kini Bisa Digunakan di China
Dari sisi industri, penguatan ekosistem pembayaran digital terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,39 miliar transaksi pada triwulan I 2026, tumbuh 33,76 persen secara tahunan, seiring meningkatnya akseptasi digital di berbagai sektor.
Ke depan, BNI berencana memperluas jangkauan QRIS Cross Border ke negara lainnya sebagai bagian dari strategi penguatan layanan digital global.
“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital internasional,” tutup Sri. (*)




