Poin Penting
- Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa SAL akhir 2025 turun menjadi Rp438,26 triliun dari Rp457,54 triliun di awal tahun
- Penurunan SAL dipicu pemanfaatan Rp93,15 triliun untuk pembiayaan APBN 2025
- Meski turun, SAL Rp438,26 triliun dinilai masih memadai sebagai penyangga fiskal.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan posisi Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir 2025 sebesar Rp438,26 triliun. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan posisi pada awal 2025 yang mencapai Rp457,54 triliun.
Purbaya menjelaskan, posisi saldo SAL di awal 2025 yang senilai Rp457,54 triliun telah dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp93,15 triliun.
Kemudian, setelah memperhitungkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp72,40 triliun, serta berbagai penyesuaian lainnya, maka SAL di akhir 2025 tercatat sebesar Rp438,26 triliun.
Baca juga: Dana SAL Sempat Ditarik dari Bank, Begini Penjelasan Ketua LPS
“Saldo akhir tahun tercatat sebesar Rp438,26 triliun. Saldo ini tetap berada pada level yang memadai dan berfungsi sebagai penyangga fiskal dalam menghadapi berbagai risiko dan ketidakpastian ke depan,” ujar Purbaya dalam rapat paripurna DPR RI, Kamis, 2 Juli 2026.
Purbaya menyampaikan, laporan ini merupakan bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024 tentang APBN Tahun Anggaran 2025.
Bendahara negara ini menyatakan, APBN 2025 merupakan APBN transisi yang disusun oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan dilaksanakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
APBN ini disusun untuk menjaga keberlanjutan, penguatan dan akselerasi program-program prioritas pemerintah tetap berjalan optimal.
Baca juga: Bos BSI: Penarikan Dana SAL Bertahap Permudah Pengelolaan Likuiditas
“Dan tetap dikelola secara sehat, kredibel, dan berkelanjutan, guna mendukung agenda pembangunan jangka menengah dan panjang,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama


