Poin Penting:
- BP BUMN melibatkan Himbara untuk mempercepat restrukturisasi PT PP dan PT Adhi Karya.
- Skema pembiayaan difokuskan pada proyek yang produktif, layak secara bisnis, dan memiliki arus kas terukur.
- Restrukturisasi juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola, disiplin risiko, dan model bisnis kedua BUMN Karya.
Jakarta – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mempercepat restrukturisasi PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Pelibatan Himbara tersebut melalui skema pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kondisi keuangan, tata kelola, serta model bisnis kedua BUMN Karya. Tujuannya agar lebih siap mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan restrukturisasi harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh bagi BUMN Karya.
Baca juga: Penempatan Dana SAL Rp281 Triliun di Himbara Perlu Transparansi dan Pengawasan Ketat
Himbara Siapkan Skema Pembiayaan Restrukturisasi
Dony mengatakan proses restrukturisasi dilakukan dengan mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya agar menghasilkan perusahaan yang lebih sehat.
“Restrukturisasi ini harus menjadi titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih kuat, lebih sehat dan memiliki tata kelola yang lebih baik sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan nasional,” ujar Dony di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (2/7).
Untuk mempercepat proses tersebut, Dony memimpin rapat bersama jajaran Direksi Bank Mandiri, BRI, BNI, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Pertemuan itu membahas perkembangan restrukturisasi kedua perusahaan, termasuk dukungan pembiayaan dari Himbara untuk mempercepat transformasi bisnis.
Pembiayaan Difokuskan pada Proyek Produktif
Penyusunan skema pembiayaan diarahkan pada proyek yang produktif dan memiliki kelayakan bisnis.
Setiap proyek juga harus memiliki arus kas yang terukur agar mampu memperkuat kinerja perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Melalui skema tersebut, Himbara diharapkan mendukung pembiayaan secara lebih selektif dan terukur.
Baca juga: Purbaya Guyur Himbara Rp400 Triliun, Kredit Ditargetkan Tumbuh 15 Persen
Perkuat Tata Kelola dan Disiplin Bisnis
Restrukturisasi tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan.
BP BUMN juga mendorong peningkatan disiplin pengelolaan risiko serta pembentukan model bisnis yang lebih sehat.
Proses transformasi ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi PT PP dan Adhi Karya dalam menjalankan proyek-proyek strategis nasional.
Dengan dukungan Himbara, restrukturisasi kedua BUMN Karya diharapkan memperkuat fundamental perusahaan sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


