Poin Penting
- Realisasi APBN Jateng tetap terjaga dengan pendapatan tumbuh 13,33 persen dan belanja mencapai 52,06 persen dari target.
- Purbaya memantau pelaksanaan MBG, Kopdes Merah Putih, dan Sekolah Rakyat guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
- Pemerintah mendorong optimalisasi belanja APBD agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat semakin besar.
Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Tengah sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan pembangunan Sekolah Rakyat.
Hingga semester I 2026, kinerja APBN di Jateng tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi. Pendapatan negara telah mencapai 46,56 persen dari target atau tumbuh 13,33 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Sementara itu, realisasi belanja negara telah mencapai 52,06 persen dari target, menunjukkan APBN masih berperan optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
Baca juga: Ekonomi Solid, Purbaya Tegaskan Indonesia Tidak Sedang Menuju Krisis
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Jateng tercatat sebesar 5,89 persen, didorong oleh aktivitas industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang meningkatkan produktivitas masyarakat.
Purbaya menilai perbaikan ekonomi tersebut turut ditopang oleh kondisi APBN yang semakin sehat seiring berkembangnya sektor industri di Jateng.
“Kementerian Keuangan di Jateng terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan indikator ekonomi yang masih perlu diperkuat,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Jumat, 3 Juli 2026.
Digitalisasi Penerimaan Daerah Terus Diperkuat
Dalam pengelolaan keuangan daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jateng terus mendorong digitalisasi penerimaan daerah melalui berbagai inovasi.
Salah satunya dilakukan melalui joint research bersama tenaga ahli lokal untuk mengkaji optimalisasi pendapatan daerah berbasis digital.
Kabupaten Blora menjadi daerah percontohan melalui penerapan sistem e-Parkir di Pasar Sidomakmur yang diharapkan meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.
Baca juga: Purbaya Klaim Pengawasan MBG dan Kopdes Merah Putih Diperkuat
Pelaksanaan MBG dan Kopdes Merah Putih Dipantau
Purbaya juga meninjau pelaksanaan Program MBG. Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah menjangkau sekitar 9,16 juta penerima manfaat melalui 4.635 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melibatkan 18.854 pemasok lokal, serta menciptakan lebih dari 193 ribu lapangan kerja.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan bersama Kanwil DJPb dan KPPN di Jateng melakukan pendampingan di sejumlah SPPG, antara lain di Klaten, Magelang, dan Semarang.
Pendampingan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan, akuntabel, tepat sasaran, sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan sejak dini.
“DJPb agar memonitor seluruh program prioritas pemerintah, termasuk melakukan Monitoring MBG secara nasional dan terstruktur,” imbuhnya.
Baca juga: Purbaya Ungkap Agenda Pertemuan dengan Bos BGN, Bahas Masa Depan MBG Pekan Ini
Selain MBG, Purbaya mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk melihat implementasi program penguatan ekonomi desa.
Hingga kini, telah terbentuk 8.523 koperasi desa dan kelurahan di Jateng dengan lebih dari 43 ribu volume transaksi. Kehadiran KDMP diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperluas akses layanan ekonomi bagi masyarakat.
Sekolah Rakyat Terus Dipercepat
Purbaya juga meninjau perkembangan Program Sekolah Rakyat di Jateng sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.
Saat ini, program tersebut telah berjalan di 16 kabupaten/kota dengan 16 lokasi sekolah dan 110 rombongan belajar yang melayani 3.080 siswa.
“Pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai lokasi terus diakselerasi guna mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.
Di akhir kunjungan, Purbaya menegaskan optimalisasi belanja APBD masih menjadi perhatian utama agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat semakin maksimal. (*)
Editor: Yulian Saputra


