Poin Penting
- Lembaga global seperti IMF dan World Bank menilai positif kebijakan fiskal Indonesia yang dinilai kredibel, seimbang, dan berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
- Investor global, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments, menunjukkan minat tinggi pada instrumen keuangan Indonesia, dengan potensi aliran dana portofolio ke pasar modal
- Pemerintah menegaskan kondisi fiskal tetap kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun, serta dinilai mampu menyerap tekanan global dan menjaga disiplin fiskal di tengah ketidakpastian.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lembaga pemeringkat internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) hingga investor global menilai positif terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Purbaya menjelaskan pemerintah Indonesia berkomitmen dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di tengah ketidakpastian global.
“Kami bertemu dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Mereka ingin memahami arah kebijakan pertumbuhan dan pengelolaan anggaran Indonesia, serta menilai apakah strategi tersebut kredibel dan berkelanjutan,” ujar Purbaya dikutip 16 April 2026.
Baca juga: Purbaya Temui Investor di AS, Beberkan Kondisi dan Strategi Fiskal RI
Purbaya menyatakan pemerintah telah menyampaikan secara komprehensif berbagai kebijakan yang ditempuh, termasuk dampaknya terhadap anggaran negara dan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, investor global khususnya dari Amerika Serikat, menunjukkan ketertarikan pada instrumen sektor keuangan, baik fixed income maupun equity.
“Ini sebagian besar merupakan investasi portofolio, bukan foreign direct investment (FDI). Namun, kami optimistis dalam waktu dekat aliran dana tersebut akan masuk dan turut mendorong penguatan pasar modal Indonesia,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Purbaya, respons dari IMF, Bank Dunia, serta lembaga pemeringkat sangat positif, terutama terhadap kemampuan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa membebani kebijakan fiskal.
“Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan menggali lebih dalam terkait fundamental ekonomi dan kebijakan kita. Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyoroti ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, antara lain dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi fiskal yang solid dan bantalan anggaran yang memadai.
“IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu, sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga minyak akibat konflik global.
Baca juga: Purbaya Lobi Investor Kakap di AS, Ini Daftar Nama yang Ditemui
“Kami mampu menyerap shock yang terjadi. IMF melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif, meskipun mereka tidak memberikan perlakuan khusus kepada negara tertentu,” tambahnya.
Dalam pertemuan dengan World Bank dan S&P Global Ratings, Menkeu juga memperoleh penilaian positif terhadap strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Bank Dunia dan lembaga rating menyampaikan kepuasan atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang,” tegasnya.
Ke depan, Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.
Adapun sejumlah investor global yang hadir saat investor meetings di Washington DC di antaranya, Fidelity, GSAM (Goldman Sachs Asset Management), Eaton Vance, dan MFS. (*)
Editor: Galih Pratama







