Poin Penting
- Kemenkeu mengalokasikan hampir Rp7 triliun untuk mendukung seluruh operasional dan program BPS, bukan khusus untuk perbaikan DTSEN atau Sensus Ekonomi
- Anggaran tersebut turut digunakan untuk memperbaiki DTSEN menyusul sorotan masyarakat terkait ketidaksesuaian desil dengan kondisi ekonomi
- Menkeu Purbaya menyebut tambahan anggaran diberikan untuk memastikan kualitas DTSEN lebih baik, sehingga diharapkan hasilnya membaik pada tahun depan.
Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan telah mengucurkan dana Rp7 triliun ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk operasional dan program lembaga. Anggaran tersebut salah satunya digunakan untuk memperbaiki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu menegaskan anggaran hampir Rp7 triliun merupakan total alokasi dana untuk mendukung seluruh operasional dan program BPS, bukan hanya untuk memperbaiki DTSEN atau sensus ekonnomi saja.
“Anggaran sebesar hampir Rp7 triliun merupakan total alokasi anggaran operasional dan program Badan Pusat Statistik (BPS) secara keseluruhan dan bukan anggaran yang semata-mata dikhususkan untuk DTSEN maupun Sensus Ekonomi,” tulis Biro KLI Kemenkeu dikutip, Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca juga: Soal Desil DTSEN yang Dinilai Tak Sesuai, Ini Respons Purbaya
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk klarifikasi atas respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait sorotan masyarakat mengenai penetapan desil dalam DTSEN yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya.
Purbaya mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan perbaikan terhadap DTSEN. Untuk mendukung proses tersebut, Kemenkeu telah mengalokasikan anggaran kepada BPS.
“Makanya sedang diperbaiki itu DTSEN-nya. Saya ngeluarin uang cukup banyak ke BPS tahun ini ya,” ujar Purbaya saat ditemui kantornya, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca juga: Soal Polemik Desil DTSEN, Begini Penjelasan BPS
Purbaya pun merespons pertanyaan awak media terkait besaran anggaran untuk memperbaiki DTSEN dan sensus ekonomi.
“Jadi DTSEN sama sensus itu kalau nggak salah hampir Rp7 triliun, Rp7 triliun lebih sedikit ya, dengan macam-macam ya, cukup banyak termasuk BPS. Jadi mereka minta waktu awal-awal tahun, penambahan anggaran kita penuhi untuk memastikan DTSEN nya bagus, jadi tahun depan seharusnya sih akan lebih baik,” ucapnya. (*)
Editor: Galih Pratama


