Jakarta – Sebanyak 123 orang menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga setingkat menteri di Kabinet Merah Putih telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dari jumlah tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan ada pejabat yang mempunyai harta kekayaan hingga Rp5,4 triliun. Siapa dia?
Berdasarkan penelusuran Infobanknews di laman LHKPN KPK, pejabat yang memiliki kekayaan mencapai Rp5,4 triliun tersebut ternyata adalah Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Lebih tepatnya, Putri memiliki harta kekayaan senilai Rp5.435.833.014.169 yang dilaporkan pada 9 Desember 2024.
Baca juga: Kekayaan Trump Bakal Makin Bertambah Jelang Pelantikan, Kok Bisa?
Jika dirinci, istri pengusaha Wishnu Wardhana ini melaporkan aset dan bangunan yang nilainya mencapai Rp152.028.275.000. Aset dan bangunan tersebut tersebar di sejumlah daerah. Berikut rinciannya:
Selain tanah dan bangunan, Putri juga mempunyai aset alat transportasi dan mesin yang nilainya mencapai Rp19.463.000.000. Berikut rinciannya:
Dalam laporan LKHPN tersebut, Putri juga melaporkan memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp43,81 miliar, surat berharga Rp5,07 triliun, kas dan setara kas Rp67,16 miliar dan harta lainnya Rp77,71 miliar.
Putri tercatat tidak memiliki utang. Alhasil, total kekayaan menpar era Presiden Prabowo ini mencapai Rp5.435.833.014.169.
Baca juga: Segini Kekayaan Satryo Soemantri Brodjonegoro, Mendiktisaintek yang Didemo Anak Buahnya
Untuk sementara ini, bisa dibilang Widiyanti Putri Wardhana jadi menteri paling tajir di era Presiden Prabowo Subianto. Dari total 123 pejabat Kabinet Merah Putih, Putri termasuk 58 pejabat yang belum pernah melaporkan kekayaan mereka sebelumnya.
Namun, kekayaan Putri jauh berada di atas rata-rata kekayaan 65 pejabat yang sudah pernah melaporkan kekayaannya ke KPK. Kekayaan pejabat paling tinggi di antara 65 orang tersebut sebesar Rp2,6 triliun.
Bila merujuk laman LHKPN, ada satu menteri yang punya harta Rp2.665.900.513.951. Dia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More