Pemegang polis menuntut kerugian akibat gagal bayar Wanaartha Life. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Tim Likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Dalam Likuidasi) (PT WAL (DL) pada Rabu (24/1) mengumumkan perkembangan terbaru terkait proses likuidasi PT WAL.
Dalam pengumuman tersebut, Tim Likuidasi PT WAL telah melakukan diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama beberapa pemegang polis yang menghasilkan rencana tata cara penyelesaian dan pembagian kekayaan hasil likuidasi PT WAL yang masih akan dilakukan penyesuaian.
Baca juga: Tim Likuidasi Sudah Terbentuk, OJK Minta Tersangka Wanaartha Kembali ke RI
“Hasil diskusi antara Tim Likuidasi dengan OJK, Tim Likuidasi menyampaikan bahwa Rencana Tata Cara Penyelesaian dan Pembagian Kekayaan Hasil Likuidasi PT WAL (DL) tanggal 12 Januari 2024 akan dilakukan revisi atau penyesuaian, yang akan diumumkan lebih lanjut,” tulis Tim Likuidasi dalam pengumumannya dikutip, 25 Januari 2024.
Hasil keputusan tersebut diambil setelah Tim Likuidasi PT WAL melakukan audiensi dengan OJK pada 23 Januari 2024 dan dengan beberapa pemegang polis pada 24 Januari 2024.
Adapun, berdasarkan keputusan tersebut, ketentuan mengenai voting yang diatur dalam Rencana Tata Cara Penyelesaian dan Pembagian Kekayaan Hasil Likuidasi PT WAL (DL) tanggal 12 Januari 2024 tersebut tidak akan diberlakukan.
Baca juga: OJK Akan Kawal Class Action Nasabah Wanaartha
“Fitur ‘Voting’ dalam aplikasi Likuidasi Wanaartha akan dinon-aktifkan untuk sementara waktu. Demikian pengumuman ini disampaikan,” jelas pengumuman tersebut. (*)
Editor: Rezkiana Nisa
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More
Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More
Poin Penting AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah untuk memperkuat struktur, kredibilitas, dan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto berencana mengganti direksi bank-bank Himbara yang dinilai tidak bekerja maksimal… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia sepanjang 2025 naik 6,15 persen menjadi USD282,91 miliar, dengan industri pengolahan… Read More