Program Rintisan Ekspor LPEI Dorong UMKM Go Global

Program Rintisan Ekspor LPEI Dorong UMKM Go Global

Program Rintisan Ekspor LPEI Dorong UMKM Go Global
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank terus mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menjadi eksportir dan go global melalui program pelatihan Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan Marketing Handholding yakni program dukungan percepatan ekspor dengan melakukan promosi produk UMKM salah satunya melalui global marketplace.

Salah satu pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan CPNE) dan program Marketing Handholding yakni UMKM asal Bogor, Jawa Barat melalui produk aroma kayu manis yang berasal dari lilin hias milik Yulianah, berhasil terhirup sampai ke mancanegara. Di bawah naungan brand Jakarta Candle, Yulianah memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang sangat beragam membuat produknya mampu memikat hati para pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Saat ini lilin hias aroma terapi produksinya telah berhasil diekspor ke beberapa negara yaitu Australia, Malaysia, Singapura dan Filipina. Bermula dari pengalaman bekerja membuat lilin di perusahaan sebelumnya, suami dari Yulianah berinisiatif untuk membuat lilin hias dengan memanfaatkan rempah yang ada antara lain kayu manis dan di tahun 2011 suami istri tersebut mendirikan perusahaan dan terus merintisnya hingga kini.

“Pada tahun 2014, saya memperkenalkan produk Jakarta Candle ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, karena memiliki aroma yang khas dari produk lilin hias ini, akhirnya mulai banyak peminat dan menjadi viral di media sosial maupun marketplace,’’ ujar Yulianah seperti dikutip dari siaran pers LPEI, 21 April 2022.

Di tahun yang sama, untuk pertama kalinya Jakarta Candle mendapatkan pesanan sebanyak 11 ribu lilin hias dari salah satu perusahaan di Jakarta. Namun tantangan yang dihadapi pada saat itu ia belum memiliki karyawan sehingga proses produksi pun masih dikerjakan berdua dengan suaminya. Ia menjelaskan salah satu pelayanan yang menjadi nilai lebih dan membedakan dari kompetitor lainnya adalah Jakarta Candle memberikan kebebasan bagi para pembeli untuk menentukan spesifikasi dan model lilin hias yang dipesan.

Bermodalkan Rp5 Juta dengan kapasitas produksi sekitar 50-100 lilin hias bisnisnya terus berkembang dan kini Jakarta Candle memiliki beberapa karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar usahanya dan mampu menghasilkan 1.000 lilin hias dalam setahun dengan omzet lebih dari Rp550 juta. Kisaran harga produk pun juga terbilang bervariasi dengan harga jual Rp26 ribu sampai Rp150 ribu.

“Melihat Jakarta Candle yang terus berkembang tidak membuat saya berhenti untuk belajar dan berinovasi. Pada tahun 2017 hingga 2019, saya memutuskan untuk mengikuti program pelatihan Coaching Program for New Exporter (CPNE) dan Marketing Handholding yang diadakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Banyak hal yang dipelajari dari pelatihan yang saya ikuti. Mulai dari melakukan presentasi bisnis sampai menyusun strategi pemasaran yang baik. Berkat pelatihan tersebut membuat saya makin bersemangat untuk menembus pasar ekspor,” jelasnya.

Di tahun 2018, LPEI memfasilitasi Jakarta Candle untuk ikut berpartisipasi pada pameran Trade Expo Indonesia, di ICE BSD dan menjadi ajang latihan untuk bertemu dengan calon pembeli dari luar negeri seperti Australia, Rusia dan negara lainnya. “Saya bersyukur bisa mengenal LPEI. Banyak hal positif yang saya dapatkan dan memiliki peran terhadap perkembangan bisnis saat ini. Pertemuan saya dengan sejumlah calon pembeli dari luar negeri contohnya mampu membuka peluang saya untuk menembus pasar ekspor,” ucap Yulianah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]