Poin Penting
- Mufli Budi Ananda, eks asisten Raffi Ahmad, ditunjuk sebagai Komisaris Krakatau Posco.
- PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan Posco Korea Selatan yang berdiri pada 26 Agustus 2010.
- PT Krakatau Posco dan Mufli Budi Ananda belum memberikan penjelasan resmi.
Jakarta – Nama Mufli Budi Ananda menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Komisaris Krakatau Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO asal Korea Selatan.
Penunjukan mantan asisten Raffi Ahmad itu memicu beragam tanggapan di media sosial. Mulai dari dukungan hingga kritik yang mempertanyakan latar belakang pendidikan dan perjalanan kariernya.
Perhatian publik kemudian meluas ke profil perusahaan, struktur kepemilikan, hingga proses pengangkatan komisaris di perusahaan baja tersebut.
Baca juga: Free Float IPO RANS Milik Raffi Ahmad Dipertanyakan, Ini Penjelasan BEI
Profil Krakatau Posco dan Sorotan terhadap Mufli Budi Ananda
Mufli selama ini dikenal sebagai salah satu asisten Raffi Ahmad. Ia beberapa kali muncul dalam berbagai konten keluarga Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Video saat Mufli mengasuh Lily, anak angkat Raffi dan Nagita, kembali ramai beredar setelah kabar pengangkatannya sebagai komisaris mencuat.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Mufli merupakan lulusan Diploma III (D3) Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung pada 2007.
Ia sempat melanjutkan pendidikan strata satu di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN). Namun, data menunjukkan ia mengundurkan diri sehingga pendidikan terakhir yang terverifikasi adalah jenjang diploma.
Latar belakang tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai proses dan pertimbangan pengangkatannya sebagai komisaris di Krakatau Posco.
Baca juga: RANS Melantai di Bursa Saat Pasar Terluka: Membeli Mimpi Raffi Ahmad atau Membayar Terlalu Mahal?
Sorotan juga muncul setelah sejumlah akun media sosial mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan halaman daftar direksi dan komisaris di situs resmi PT Krakatau Posco tidak lagi dapat diakses.
Unggahan itu memicu berbagai spekulasi mengenai kaitannya dengan polemik penunjukan Mufli.
Namun, hingga berita ini ditulis, PT Krakatau Posco belum memberikan penjelasan resmi terkait perubahan tampilan situs tersebut.
Belum dapat dipastikan apakah halaman tersebut dihapus karena pembaruan sistem, pemeliharaan situs, atau alasan lain.
Mufli Budi Ananda maupun PT Krakatau Posco juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai polemik yang berkembang.
Awal Berdiri dan Peran Strategis Krakatau Posco
PT Krakatau Posco bukan perusahaan yang dimiliki oleh satu individu. Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO, perusahaan baja asal Korea Selatan.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pendirian PT Krakatau Posco pada 26 Agustus 2010.
Kolaborasi itu bertujuan memperkuat industri baja nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi baja untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan regional.
Pembangunan fasilitas produksi dimulai pada 2011. Proyek tersebut selesai sekitar tiga tahun kemudian dan mulai memasuki produksi komersial pada awal 2014.
Perusahaan ini mengoperasikan pabrik baja terpadu pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Blast Furnace atau tanur tinggi.
Baca juga: Krakatau Baja Konstruksi Gandeng T21 Percepat Pemerataan Akses Internet Tanah Air
Teknologi tersebut memungkinkan proses produksi baja dalam skala besar dengan efisiensi yang lebih tinggi.
Produk baja yang dihasilkan menjadi bahan baku untuk sektor konstruksi, otomotif, galangan kapal, energi, hingga manufaktur.
Kapasitas Produksi dan Investasi
Pada tahap awal operasional, pabrik memiliki kapasitas produksi sekitar 3 juta ton baja per tahun.
Kapasitas itu dirancang meningkat menjadi sekitar 6 juta ton per tahun pada tahap pengembangan berikutnya.
Investasi pembangunan tahap pertama mencapai sekitar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat.
Dana tersebut digunakan untuk membangun Blast Furnace, Basic Oxygen Furnace, Continuous Casting Machine, Plate Mill, serta berbagai fasilitas pendukung produksi.
Selain itu, proyek ini juga didukung oleh infrastruktur milik kelompok usaha PT Krakatau Steel.
Di tengah polemik penunjukan Mufli Budi Ananda, perhatian publik terhadap Krakatau Posco tidak hanya tertuju pada sosok komisaris baru. Tata kelola perusahaan dan dasar pengambilan keputusan pun hingga kini masih menunggu penjelasan resmi. (*)
Editor: Yulian Saputra


