Poin Penting
- Pendapatan premi asuransi komersial hingga Juli 2026 mencapai Rp199,80 triliun, tumbuh 2,71 persen.
- Premi asuransi jiwa tumbuh 7,76 persen menjadi Rp111,44 triliun.
- RBC asuransi jiwa dan umum-reasuransi masing-masing mencapai 455,23 persen dan 322,01 persen.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa akumulasi pendapatan premi industri asuransi komersial nasional hingga Juli 2026 mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 2,71 persen secara year-on-year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa total akumulasi pendapatan premi tersebut mencapai Rp199,80 triliun pada periode tersebut.
“Kinerja asuransi komersil menunjukkan pertumbuhan yang stabil, didorong oleh peningkatan pada lini asuransi jiwa yang mencatatkan pertumbuhan positif,” ucap Ogi dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus, di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Baca juga: OJK Terima Puluhan Ribu Pengaduan, 951 Pinjol Ilegal Ditutup
Lalu, berdasarkan data OJK, pertumbuhan total pendapatan premi tersebut ditopang oleh kinerja lini asuransi jiwa yang tumbuh 7,76 persen yoy dengan nilai mencapai Rp111,44 triliun.
“Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi tercatat senilai Rp88,36 triliun atau sedikit terkontraksi sebesar 3,04 persen yoy,” imbuhnya.
Adapun dari sisi ketahanan industri, Ogi memastikan permodalan sektor asuransi tetap kuat dan berada jauh di atas ketentuan minimum (threshold) sebesar 120 persen.
Baca juga: OJK Minta Industri Jasa Keuangan Ganti Kerugian Konsumen Rp77,26 Miliar
Hal itu tecermin dari tingkat Risk-Based Capital (RBC) agregat asuransi jiwa yang berada di level 455,23 persen, serta RBC asuransi umum dan reasuransi yang tercatat sebesar 322,01 persen.
Secara keseluruhan, total aset industri asuransi per Juli 2026 mencapai Rp1.172,90 triliun atau naik 1,59 persen dari posisi yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, total aset asuransi komersial menyumbang Rp957,07 triliun atau tumbuh 2,54 persen yoy, sedangkan aset asuransi non-komersil (termasuk BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan program asuransi ASN/TNI/Polri) tercatat sebesar Rp215,83 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


