Poin Penting
- Prabowo menyebut semua pakar memproyeksikan ekonomi Indonesia menjadi keempat terbesar dunia dalam 25 tahun.
- Lulusan IPDN dinilai akan menjadi pengambil keputusan strategis saat proyeksi ekonomi itu tercapai.
- Keberhasilan visi Indonesia Emas 2045 bergantung pada integritas dan kinerja birokrasi di lapangan, kata Prabowo.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia diproyeksikan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang. Proyeksi itu, menurutnya, menjadi sinyal bahwa cita-cita besar Indonesia sudah berada di ambang keberhasilan.
Pernyataan itu disampaikan saat melantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII di Jatinangor, Sumedang, dilansir Antara, Rabu (29/7/2026).
Ia menegaskan generasi birokrat muda akan memegang peran utama ketika proyeksi tersebut menjadi kenyataan.
“Cita-cita besar itu sudah di ambang keberhasilan. Semua pakar dunia meramalkan 25 tahun lagi Indonesia menjadi ekonomi keempat di dunia. Keempat! Di atas Prancis, Jerman, Inggris,” kata Prabowo.
Baca juga: Stop! Danantara di KSSK: Menempatkan “Serigala” di Kandang “Domba”
Prabowo: Birokrat Muda Penentu Ekonomi Indonesia
Prabowo menilai lulusan IPDN bukan sekadar aparatur administratif. Mereka dipersiapkan menjadi pengambil keputusan strategis di pusat maupun daerah.
Ia menyebut sebagian dari mereka kelak dapat menjadi gubernur dan pejabat tinggi pemerintahan. Karena itu, kualitas kerja dan integritas harus dibangun sejak awal pengabdian.
“Dua puluh lima tahun yang akan datang, sebagian dari saudara akan jadi gubernur, mungkin di antara saudara akan berdiri di podium ini,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pemerintahan saat ini bekerja membuka jalan bagi generasi penerus. Ia ingin para pamong praja muda melanjutkan pembangunan dengan tanggung jawab besar.
Potensi Besar Ekonomi Indonesia
Presiden menilai proyeksi tersebut bukan tanpa dasar. Indonesia memiliki wilayah luas dan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.
Kombinasi itu memberi ruang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Namun, potensi tidak otomatis menjadi kekuatan nyata tanpa pelaksanaan kebijakan yang konsisten.
Prabowo mengingatkan banyak gagasan besar gagal karena buruknya eksekusi di lapangan. Ia menempatkan birokrasi sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan.
“Saudara adalah penggerak birokrasi pemerintahan, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan,” katanya.
Baca juga: Prabowo Minta Danantara Dilibatkan dalam Setiap Keputusan KSSK
Eksekusi Birokrasi Jadi Penentu Visi Indonesia Emas
Prabowo meminta para pamong praja muda memegang teguh Pancasila dan UUD 1945. Ia juga menekankan sikap rendah hati dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
Dalam pelantikan itu, sebanyak 728 putra dan 476 putri resmi dilantik. Mereka akan ditempatkan di pemerintah pusat dan daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Pemerintah berharap para lulusan memperkuat reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Regenerasi aparatur dinilai penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan Prabowo tentang ramalan ekonomi Indonesia menjadi keempat dunia menegaskan optimisme pemerintah terhadap masa depan nasional.
Tantangan berikutnya adalah memastikan birokrasi mampu menerjemahkan potensi besar itu menjadi pertumbuhan yang nyata dan merata. (*)
Editor: Galih Pratama


