Poin Penting
- PLN menambah 3,3 juta pelanggan baru sepanjang 2025, sehingga total pelanggan mencapai 96,2 juta.
- Segmen rumah tangga menjadi kontributor terbesar, disusul pertumbuhan pelanggan bisnis dan industri yang meningkat signifikan.
- Pendapatan penyambungan listrik naik 28,4 persen menjadi Rp2,24 triliun, didukung program perluasan akses listrik.
Jakarta – PT PLN (Persero) mencatat penambahan 3,3 juta pelanggan baru sepanjang 2025. Dengan capaian tersebut, total pelanggan perusahaan listrik pelat merah itu kini mencapai 96,2 juta.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan tidak hanya berasal dari penyambungan reguler, tetapi juga didorong berbagai program perluasan akses listrik yang dijalankan perusahaan.
“Semisal Program Listrik Desa (Lisdes), Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta program Light Up The Dream (LUTD) yang didanai dari donasi pegawai PLN,” ujar Darmawan, dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026.
Baca juga: PLN Bukukan Laba Bersih Rp7,26 Triliun Sepanjang 2025
Selain memperluas akses energi, peningkatan jumlah pelanggan turut mendorong kenaikan pendapatan dari penyambungan listrik. Sepanjang 2025, pendapatan dari segmen ini mencapai Rp2,24 triliun atau tumbuh 28,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelanggan Rumah Tangga Masih Mendominasi
Pertumbuhan pelanggan PLN terjadi di seluruh segmen, dengan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar. Jumlah pelanggan rumah tangga bertambah 2,74 juta atau naik sekitar 3,2 persen secara tahunan (year on year/YoY), dari 84,66 juta menjadi 87,40 juta pelanggan.
Di segmen bisnis, jumlah pelanggan meningkat sekitar 8,8 persen YoY, dari 5,15 juta menjadi 5,60 juta pelanggan, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi nasional.
Sementara itu, pelanggan industri melonjak sekitar 18,6 persen YoY, dari 253 ribu menjadi 300 ribu pelanggan. Peningkatan tersebut mencerminkan bertambahnya kebutuhan energi untuk mendukung kegiatan produksi dan ekspansi industri.
“Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia, sekaligus mencerminkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan telah dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Tagihan Berbeda-Beda? Begini Cara Hitung Penggunaan Listrik
Perkuat Akses Energi
Selain rumah tangga dan industri, segmen sosial juga mencatat pertumbuhan sekitar 4 persen, dari 2,09 juta menjadi 2,17 juta pelanggan.
Adapun pelanggan dari segmen pemerintah meningkat sekitar 4,8 persen, dari 629 ribu menjadi 659 ribu pelanggan. Kenaikan ini didorong bertambahnya sambungan listrik pada fasilitas sosial dan layanan publik.
PLN menegaskan akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, memperluas akses energi, dan meningkatkan keandalan pasokan listrik guna mendukung pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia
“Ke depan, PLN akan terus memperkuat infrastruktur kelistrikan, memperluas akses energi, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik guna mendukung pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


