Poin Penting
- Tidak ada kekosongan kepemimpinan di BEI dan pengawasan keuangan, karena PJS yang ditunjuk memastikan fungsi regulasi dan pengawasan tetap berjalan normal.
- Sistem dan institusi pasar keuangan Indonesia dinilai kuat, dikelola berdasarkan prinsip good governance dan best practices.
- Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh, serta berkomitmen menjaga iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia.
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto terkait kegiatan operasional Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah transisi kepemimpinan.
“Tidak ada kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan keuangan ataupun pasar modal,” ucap Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, 31 Januari 2026, malam.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, Pejabat Pelaksana Tugas (PJS) yang ditunjuk akan memastikan seluruh fungsi regulasi aktivitas perdagangan dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan.
Baca juga: IHSG Sepekan Ambles Hampir 7 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp15.046 Triliun
“Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar good governance dan best practices,” imbuhnya.
Pesan Prabowo ke Investor
Airlangga juga menyampaikan pesan Presiden Prabowo untuk para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia bahwa, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh.
Baca juga: Danantara Siap Jadi Pemegang Saham BEI Usai Demutualisasi
“Pesan beliau saya kutip: kepada para investor domestik, mitra internasional dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pemerintah juga akan berdiri teguh di belakang pasar keuangan Indonesia dan berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia. (*)
Editor: Galih Pratama










