Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di 2016 didorong oleh beberapa faktor di antaranya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang masih stabil yang juga diiringi oleh laju inflasi yang cukup terkendali di level 3,02%
Sementara itu, meski pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintah pada pertengahan 2016 lalu, dianggap kurang tepat saat kondisi itu, namun, kata dia, pertumbuhan ekonomi di 2016 diyakini masih akan lebih baik dibanding dengan 2015.
(Baca juga : Perbankan dan Pasar Modal Diminta Bersinergi Bangun Ekonomi)
“Pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di 2016 masih bisa lebih besar dari 2015. Pemotongan ini dilakukan secara efektif, dan tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian kita,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More