Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno sendiri mengungkapkan bahwa holding BUMN memang akan menghilangkan monopoli. Meski selama ini tuduhan yang dialamatkan kepada BUMN tersebut tidak benar sebab, beberapa perusahaan BUMN telah lama bersaing secara sehat dengan perusahaan swasta dalam mengelola beberapa sektor potensial negara.
Baca juga: DPR Setujui Pangkas Anggaran Kementerian BUMN
“Sebenarnya sudah sangat lama BUMN kita tidak mendapatkan previlige apapun untuk terus bertahan. Persaingan kini semakin terbuka, dan itu tentu sehat agar BUMN kita berkompetisi,” jelas Hary.
Beberapa keuntungan yang didapatkan ketika BUMN melakukan holding ialah efisiensi cost terhadap pengelolaan sektor tertentu karena adanya sinergi. Selain itu juga menghindari persaingan pada ceruk bisnis yang sama seperti yang dialami oleh Pelindo.
“Kami sudah melakukan penekanan cost selama ini melalui sinergi di pelabuhan. Sinergi itu seperti memanfaatkan sistem digital bersama Pelindo I, III dan IV. Jadi melalui holding maritim seperti bapak ketahui, nantinya menggabungkan moda transportasi juga, tentu akan bagus. Kami optimis untuk menyaingi pelabuhan Singapura,” imbuh Direktur Keuangan Pelindo II, Iman Rachman. (*) Akhmad Dhani
Poin Penting Pergeseran peta persaingan asuransi syariah 2026 ditandai masuknya 11 pemain baru dan keluarnya… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,27 persen ke level 8.975,33, dengan nilai transaksi… Read More
Poin Penting KB Bank memperkuat pengembangan wirausaha muda berkelanjutan melalui program inkubasi bisnis GenKBiz Surabaya… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo cek langsung program strategis dengan mengumpulkan menteri di Hambalang usai lawatan… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI menggelar fit and proper test terhadap Dicky Kartikoyono, calon… Read More
Poin Penting MSCI akan memutuskan metode perhitungan free float saham Indonesia pada 30 Januari 2026,… Read More