Diskusi ini mencuatkan pemikiran tentang konglomerasi yang nantinya mampu membawa BUMN Indonesia dapat bersaing dengan perusahaan dunia yang sudah lebih dahulu menerapkan holding lintas sektoral dengan pendekatan konglomerasi. Mimpi menyaingi Singapura bahkan Tiongkok dan Jepang pun bukan sebatas angan.
“Konsep ini sama yang diterapkan oleh Pemerintah Singapura melalui Temasek. BUMN Singapura tersebut membawahi beberapa perusahaan tetapi tidak dalam satu sektor,” jelas Christianto.
Baca juga: “Kabinet Wimboh” di OJK: Mengejutkan, Riswinandi Pegang Nonbank
Saat ini Indonesia memiliki sebanyak 118 perusahaan dengan menggabungkan hanya empat ceruk sektor saja. PDBI memperkirakan dengan lintas sektoral empat BUMN bakal mengumpulkan total aset senilai kurang lebih Rp7.000 triliun bila dikonsolidasikan dalam empat super group masing-masing dengan aset sekitar Rp2.000 triliun.
Keempat holding yang diharapkan tersebut seperti bidang sektor keuangan, telekomunikasi, infrastruktur, dan energi. Tidak hanya lebih efisien dalam menggaet pasar regional, dengan cara konglomerasi ini dalam diskusi tersebut, BUMN jelas meminimalisir monopoli yang dilakukan oleh BUMN sehingga dapat menghindari kehancuran perusahaan besar. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More