Poin Penting
- ACC dan TAF menargetkan pembiayaan kendaraan roda empat Rp1,8 triliun-Rp2 triliun selama GIIAS 2026.
- Target tersebut didukung tren penjualan mobil yang tumbuh 15,9 persen secara tahunan pada Januari-Juni 2026.
- Hingga Mei 2026, ACC dan TAF telah menyalurkan pembiayaan kendaraan roda empat Rp29 triliun dengan pangsa pasar 29,2 persen.
Jakarta – Dua perusahaan pembiayaan di bawah naungan Astra Financial, yakni Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) kembali menjadi Platinum Financial Partner GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Di GIIAS 2026, ACC dan TAF juga menjalin sinergi dengan lima unit bisnis Astra Financial lain, yakni FIFGROUP, Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, dan Bank Saqu. Sedangkan OLXmobbi juga digandeng sebagai official trade-in partner.
Project Director ACC-TAF GIIAS 2026 sekaligus Chief Marketing and Sales Officer ACC, Tan Chian Hok, mengatakan, di GIIAS tahun ini, ACC dan TAF menargetkan pembiayaan kendaraan roda empat di kisaran Rp1,8 triliun sampai Rp2 triliun. Total surat pemesanan kendaraan (SPK) diharapkan bisa tembus 6.000 unit.
“Kita berharap 2026 ini SPK kalau bisa ya 6.000 unit. Tapi kalau tidak bisa mungkin di kisaran 4.000 sampai 4.500 unit. Kita harapkan total pembiayaan yang kita bisa salurkan di empat roda saja kurang lebih Rp1,8 triliun sampai Rp2 triliun,” papar Tan Chian Hok dalam Media Gathering di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga: Prabowo Bocorkan Peluncuran Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
Sebagai gambaran, di GIIAS 2025, ACC dan TAF membukukan nilai transaksi Rp2,4 triliun, dengan total SPK mencapai 5.560 unit.
Tan Chian Hok menambahkan, kondisi tahun ini memang masih menantang. Meski penjualan mobil dalam tren meningkat, pihaknya tetap memasang target relatif konservatif. Gelaran GIIAS juga diharapkan bisa meningkatkan penjualan otomotif sekitar 10-15 persen selama Juli, Agustus, hingga September 2026.
Penjualan Mobil Tumbuh 15,9 Persen
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit. Angka tersebut tumbuh 15,9 persen secara tahunan.
Khusus Juni 2026, penjualan wholesales tercatat 77.550 unit atau meningkat 32,9 persen secara tahunan.
Pertumbuhan penjualan kendaraan tersebut diharapkan ikut mendorong pembiayaan di industri multifinance. Pasalnya, sekitar 70 persen pembelian kendaraan roda empat di Indonesia dilakukan melalui skema cicilan perusahaan pembiayaan.
Baca juga: Penjualan Mobil Tumbuh 55 Persen, Pembiayaan Multifinance Tembus Rp290,97 Triliun
Astra Financial Hadirkan Program Pembiayaan
Pada kesempatan sama, Co-Project Director ACC–TAF GIIAS 2026 sekaligus Sales and Marketing Director TAF, Tan Justin Darsono, mengatakan ACC dan TAF menghadirkan sejumlah produk dan layanan melalui kolaborasi berbagai lini bisnis Astra Financial.
Program yang ditawarkan antara lain Tebus Hemat dengan nilai benefit hingga Rp6,9 juta, bunga kompetitif 2,99 persen untuk tenor satu hingga tiga tahun, serta berbagai promo lainnya.
“Melalui sinergi berbagai produk dan layanan di berbagai segmen Astra Financial, dalam program TEBUS HEMAT, pelanggan tidak hanya menikmati program pembiayaan untuk roda empat, tetapi juga dapat memiliki beragam produk dan layanan keuangan dari lima unit bisnis Astra Financial lainnya, serta berbagai merchandise pilihan dengan penawaran yang lebih hemat,” tegasnya.
“AstraPay dan Bank Saqu juga hadir untuk melengkapi pengalaman pengunjung GIIAS 2026 melalui solusi transaksi digital yang praktis, aman, dan seamless,” imbuhnya.
Baca juga: Turun Tipis dari Tahun Lalu, Transaksi Astra Financial di GIIAS Tetap Lampaui Target
ACC dan TAF Kuasai 29,2 Persen Pasar Pembiayaan Mobil
Sebagai tambahan, berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), ACC dan TAF telah menyalurkan pembiayaan kendaraan roda empat sebesar Rp29 triliun sepanjang Januari-Mei 2026.
Pencapaian tersebut membuat kedua perusahaan menguasai pangsa pasar sebesar 29,2 persen dari total pembiayaan kendaraan roda empat di Indonesia. (*) Ari Astriawan


