Poin Penting
- IHSG ditutup naik 1,14 persen ke level 6.599,94 pada perdagangan 1 September 2026.
- IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.608,18.
- Sektor industrial memimpin penguatan dengan kenaikan 3,71 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 1 September 2026, ditutup melesat ke level 6.599,94 dari level 6.525,47 atau naik sebanyak 1,14 persen.
Tidak hanya itu, IHSG pada perdagangan hari ini juga sempat menyentuh level tertingginya di posisi 6.608,18.
Baca juga: IHSG Diprediksi Konsolidasi, Data Inflasi Agustus Jadi Penentu
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 215 saham terkoreksi, 407 saham menguat, dan 169 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 52,18 miliar saham diperdagangkan dengan 2,65 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp20,40 triliun.
Seluruh Indeks Utama Menguat
Penguatan IHSG diikuti seluruh indeks utama di pasar saham domestik.
Indeks LQ45 naik 1,64 persen menjadi 654,41. IDX30 menguat 1,67 persen ke level 366,39.
Sementara itu, indeks Sri-Kehati naik 1,34 persen menjadi 319,53 dan JII menguat 0,48 persen ke level 397,08.
Baca juga: IHSG Dibuka Lanjut Menguat 0,36 Persen, Naik ke Posisi 6.549
Sektor Industrial Pimpin Kenaikan
Di samping itu, mayoritas sektor saham juga bergerak positif. Sektor industrial menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 3,71 persen.
Sektor teknologi menyusul dengan kenaikan 2,90 persen, kemudian sektor energi naik 2,39 persen dan sektor keuangan menguat 1,48 persen.
Sektor kesehatan juga naik 1,38 persen. Selanjutnya, sektor transportasi menguat 0,92 persen, sektor siklikal naik 0,89 persen, sektor properti tumbuh 0,46 persen, dan sektor non-siklikal naik 0,28 persen.
Baca juga: IHSG Sesi I Lanjut Menguat ke Level 6.564
Di sisi lain, dua sektor masih melemah. Sektor bahan baku turun 0,56 persen, sedangkan sektor infrastruktur terkoreksi 0,12 persen.
Saham yang Banyak Bergerak
Sejumlah saham mencatat kenaikan cukup tinggi (top losers), di antaranya PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).
Sementara itu, saham yang masuk jajaran top losers antara lain PT Murni Sadar Tbk (MTMH), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).
Dari sisi frekuensi perdagangan, tiga saham yang paling banyak diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (*)
Editor: Yulian Saputra


