Pengembang Optimis Sektor Properti Masih Tumbuh Positif di 2023

Pengembang Optimis Sektor Properti Masih Tumbuh Positif di 2023

Pengembang Optimis Sektor Properti Masih Tumbuh Positif di 2023
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Para pengembang optimis sektor properti masih tumbuh positif di 2023. Hal ini akan mendongkrak kinerja pengembang properti seperti Citra Swarna Group yang menargetkan bisnisnya bakal meningkat 60% di tahun depan. Hal ini mengacu pada pencapaian sebelumnya, dimana sepanjang 2022 perseroan mampu membukukan peningkatan bisnis di atas 50%.

President Director Citra Swarna Group, Victor mengatakan, ditengah pandemi yang masih menghantui sektor properti, pihaknya mampu memacu kinerja perseroan hingga mencapai performa bisnis cukup ciamik. “Meski dalam kondisi penuh tantangan, kami tak sekedar bertahan tapi juga mampu melampaui target kinerja bisnis. Bagi kami, hal ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan,” ujarnya dikutip 26 Desember 2022.

Pencapaian tersebut, lanjut Victor, menambah kepercayaan diri untuk memasang target bisnis yang lebih tinggi di tahun depan. Apalagi, saat ini perseroan tengah mempersiapkan pengembangan dua proyek properti baru skala besar di luar wilayah Karawang, Jawa Barat. “Hingga sekarang kami punya empat proyek kawasan perumahan yang masih berjalan. Jadi, peningkatan bisnis dari sekitar 52% ke 60%, bukan sesuatu yang mustahil untuk kami capai di 2023,” tambahnya

Sales & Marketing Director Citra Swarna Group Suryanti Agustinar menjelaskan, sepanjang 2022 perseroan mampu membukukan penjualan sebanyak 1.500 unit rumah dari empat proyek yang dikembangkan perseroan di Bekasi, Karawang, dan Tangerang, Banten. “Kami meyakini, kehadiran dua proyek baru di tahun depan tentu akan memperbesar peluang untuk mencapai peningakatan bisnis perseroan,” kata Yanti, sapaan akrabnya. 

Optimisme bisnis Citra Swarna Group pada tahun depan memang cukup beralasan. Selain kondisi ekonomi Indonesia cukup kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,4%, kebutuhan masyarakat akan properti terutama hunian juga terbilang masih tinggi. Hal ini seiring dengan backlog – kesenjangan antara supply dan kebutuhan hunian yang masing berada di angka 12,7 juta per tahun 2022.

Menurut Yanti, hingga saat ini segmentasi pasar properti terutama residensial terbesar di tanah air masih berasal dari golongan masyarakat menengah. Buktinya, dari total rumah yang terjual itu mayoritas menyasar segmen pasar menengah khususnya keluarga muda dan generasi milenial dengan kisaran harga Rp500 jutaan per unit. 

“Daya beli masyarakat di segmen ini memang masih cukup kuat. Karena itu, sebagai langkah strategis ke depan Citra Swarna Group masih akan fokus mengembangkan proyek-proyek hunian dengan segmentasi pasar menengah. Selain itu, kami juga akan memperkuat digital marketing guna mempermudah generasi milenial dalam memenuhi kebutuhan huniannya,” tuturnya. 

Victor menambahkan, dari sisi peseroan pihaknya bakal terus memperkuat soliditas tim melalui penempatan sumber daya profesional baik pada top manajemen maupun level pelaksana di seluruh proyek yang dikembangkan. “Pencapaian prestasi tahun ini, tidak lepas dari sejumlah profesional yang bergabung untuk memperkuat manajemen perusahaan. Kami yakin, dengan kemampuan mereka mengelola bisnis properti development, tahun 2023 yang penuh tantangan akan dapat kami lampaui secara mudah,” katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Finance Director Citra Swarna Group Darwin Manurung mengatakan, pencapain bisnis sepanjang 2022 juga ditopang oleh kondisi keuangan perseroan yang sangat sehat. Ini dibuktikan dengan rasio utang terhadap kecukupan modal yang masih relatif kecil. Tidak heran, bila pemanfaatan Kredit Yasa Griya (KYG) dari perbankan untuk kebutuhan modal kerja pembangunan proyek hingga kini masih tergolong minim. 

Darwin menyebut, hal itu menjadi modal yang kuat bagi perseroan untuk melakukan akselerasi bisnis. “Selain menambah jumlah proyek hunian yang dikembangkan, kami juga akan membangun properti komersial seperti pusat perbelanjaan, hotel, dan perkantoran yang dikelola sendiri. Nantinya, dari hasil penyewaan space pada properti-properti tersebut akan tercipta sumber pendapatan rutin peseroan (recurring income) di luar penjualan rumah dan ruko,” ucapnya. 

Terkait konsep pembangunan properti sebagai sumber recurring income, saat ini Citra Swarna Group tengah menggodoknya sesuai dengan tren pasar yang berkembang. Mengingat, perkembangan teknologi digital yang cukup pesat seperti sekarang ini mendoromg masyarakat lebih cenderung berbelanja secara online. “Kami akan rancang sedemikian rupa, sehingga properti komersial yang kami akan kembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya. 

Adapun terkait rencana IPO, Victor mengatakan hingga kini masih on the track. Demi hasil yang memuaskan, pihaknya tak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan aksi korporasinya. Sejalan dengan hal itu, perseroan terus melakukan pembenahan internal serta menambah aset land banking untuk pengembangan bisnis. Sepert diketahui, lahan-lahan pengembangan proyek yang dikuasai Citra Swarna Group cukup luas. 

“Sementara ini, selain penguatan internal dan penguasaan land banking, kami juga fokus pada sistem delivery hunian yang berkualitas dan tepat waktu. Hal ini penting kami lakukan, mengingat kepuasan konsumen adalah hal utama bagi kemajuan Citra Swarna Group,” tutup Victor. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]