Jakarta–Industri asuransi Jiwa pada kuartal III-2016 mencatakan pertumbuhan pendapatan 78,1% menjadi Rp158,65 triliun dari Rp89,10 triliun pada akhir kuartal III-2015.
Pendapatan itu ditopang oleh pendapatan premi sebesar Rp116,06 triliun atau tumbuh 15,1% dari periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp100,8 triliun.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim bahwa pendapatan premi menyumbang 73,2% dari total pendapatan industri asuransi jiwa.
(Baca juga: AAJI Targetkan Pertumbuhan Premi 15%)
“Kenaikan itu disumbang salurang saluran distribusi terutama distribusi bancassurance yang mengalami pertumbuhan sebesar 32%,” terang dia di Jakarta, Jumat 18 November 2016.
Ia menambahkan, peningkatan pertumbuhan pendapatan juga ditopang hasil investasi. Yakni tumbuh 329,1% dari Rp15,91 triliun menjadi Rp36,45 triliun pada akhir kuartal III-2016.
Hasil tersebut sejalan dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang membaik tahun ini menjadi diatas level 5.000. (Selanjutnya: Sebaran investasi asuransi jiwa)
Page: 1 2
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More