Poin Penting
- 500 pelaku usaha ultra mikro, mayoritas perempuan, mengikuti literasi keuangan di Surakarta untuk memperkuat pengelolaan keuangan usaha
- Pemkot Solo menegaskan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi dan pentingnya disiplin keuangan seperti pencatatan, pemisahan dana, dan pengelolaan arus kas
- Pelaku UMKM didorong digitalisasi usaha dan diingatkan waspada pinjaman ilegal agar usaha tetap sehat dan berkelanjutan.
Surakarta – Sebanyak 500 pelaku usaha ultra mikro, mayoritas perempuan, mengikuti kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan yang digelar Infobank Media Group dalam rangkaian Women Art & Society 2026 di Balaikota Kota Surakarta, Jumat (17/4).
Acara ini jadi ruang belajar bareng soal pengelolaan keuangan usaha agar makin rapi, sehat, dan bisa berkembang di tengah tantangan ekonomi.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Penggerak utama roda perekonomian berbasis lokal di Surakarta adalah UMKM,” ujarnya di hadapan peserta. Ia menyebut, jumlah pelaku UMKM di Solo saat ini sudah lebih dari 12 ribu dan terus berkembang.
Baca juga: BI Dorong Literasi Keuangan Digital, 500 Pelaku Usaha Ultra Mikro di Solo Diedukasi
Dalam paparannya, Astrid juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan yang sederhana tapi disiplin.
“Yang paling penting tentu tidak lebih besar pasak daripada tiang atau lebih besar pengeluaran daripada pendapatan,” katanya.
Menurutnya lagi, kebiasaan dasar seperti mencatat pengeluaran dan pemasukan sudah menjadi fondasi penting, bahkan sejak skala rumah tangga.
Ia menjelaskan, manajemen keuangan yang efisien sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain menjaga stabilitas arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta mengurangi risiko.
Selain itu, pelaku usaha juga perlu menerapkan lima prinsip utama, yakni perencanaan, pengendalian, pengelolaan arus kas, penyediaan cadangan, dan evaluasi berkala.
Astrid juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha.
“Digitalisasi UMKM sangat penting, selain efisien bisa juga membantu memperluas pasar,” ujarnya. Ia menambahkan, penggunaan media sosial, e-commerce, hingga aplikasi pencatatan keuangan kini semakin mudah dipelajari dan bisa langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Baca juga: Regional Champion Forum 2026 Tekankan Peran Strategis BUMD dan Bank Daerah
Di sisi lain, Pemerintah Kota Surakarta juga terus memberikan dukungan melalui layanan konsultasi usaha bagi UMKM. Namun, Astrid juga mengingatkan peserta agar tetap waspada terhadap risiko keuangan, terutama terkait pinjaman ilegal.
Pelaku usaha diminta lebih selektif dalam memilih layanan keuangan dan menghindari pinjol ilegal maupun rentenir online, agar tidak terjebak dalam beban utang yang justru menghambat perkembangan usaha. (*) Ari Nugroho







