Pemerintah Fokus Investasi di Sektor Berkelanjutan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pemerintah Fokus Investasi di Sektor Berkelanjutan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Poin Penting

  • Pemerintah menargetkan investasi Rp2.100 triliun pada 2026 dengan fokus pada sektor berkelanjutan yang diminati investor global.
  • Energi Baru dan Terbarukan, khususnya geotermal, menjadi andalan utama untuk menarik investasi asing dan memperkuat ketahanan energi.
  • Investasi di data center, ekonomi digital, dan waste to energy diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan stabilitas makroekonomi.

Jakarta – Pemerintah menargetkan investasi baru senilai Rp2.100 triliun pada 2026 dengan fokus pada sektor berkelanjutan yang dinilai selaras dengan minat investor global. 

Salah satu sektor utama yang diandalkan adalah Energi Baru dan Terbarukan (EBT), khususnya geotermal. Indonesia memiliki potensi EBT sekitar 3.700 GW, namun kapasitas terpasang baru mencapai 15,1 GW

Geotermal dinilai paling menarik bagi investor asing, terutama dari Jepang. Minat tersebut tecermin dari proyek geotermal di Aceh senilai sekitar USD900 juta yang mulai dibangun pada tahun ini. 

Baca juga: Investasi EBT Rp3.000 Triliun Diproyeksi Sumbang Ekonomi 1 Persen per Tahun

Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut peningkatan investasi EBT, khususnya geotermal, berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan impor energi fosil, serta menekan defisit transaksi berjalan dalam jangka menengah. 

“Masuknya investasi asing juga berpotensi meningkatkan alih teknologi dan kualitas sumber daya manusia, terutama di sektor energi dan industri pendukungnya,” tulis manajemen Pilarmas dalam risetnya di Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

Kawasan Industri hingga Waste to Energy

Selain EBT, pemerintah mendorong investasi di kawasan industri, ekonomi digital, data center, serta waste to energy yang saat ini tengah memasuki tahap tender dan mendapat respons tinggi dari investor.

Pengembangan data center dan ekonomi digital mampu mendorong pertumbuhan sektor jasa bernilai tambah tinggi, memperluas lapangan kerja terampil, serta mempercepat transformasi digital nasional. 

Baca juga: Masa Depan Data Center Cerah, saatnya SDM Lokal Unjuk Gigi

Sementara itu, investasi waste to energy memberikan manfaat ganda, yakni membantu mengatasi persoalan lingkungan perkotaan sekaligus menciptakan sumber energi alternatif. 

Secara keseluruhan, target investasi Rp2.100 triliun pada 2026 dengan fokus pada sektor berkelanjutan berpotensi memberi dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat struktur industri, dan menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka panjang. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62