Moneter dan Fiskal

Pemerintah Efisiensi Anggaran K/L, MBG dan KDMP Tetap Jalan Meski Risiko Perang AS-Iran

Poin Penting

  • Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran.
  • Efisiensi dialihkan ke pos anggaran K/L untuk menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB.
  • Potensi penghematan mencakup belanja jasa, perjalanan dinas, aparatur, dan pengadaan peralatan.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tidak akan dipangkas meski terdapat urgensi untuk mengatisipasi dampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Program prioritas yang tak dipangkas tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua berjalan karena itu investasi jangka panjang,” ujar Airlangga dalam Media Briefing, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.

Ketimbang memangkas anggaran program prioritas, Airlangga lebih memilih melakukan efisiensi anggaran di berbagai Kementerian/Lembaga (K/L). Hal ini guna menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Perlunya disiplin fiskal memastikan defisit tidak meningkat bahkan kondisi idealnya adalah balance budget. Jadi jelas arahan Bapak Presiden kita menjaga defisit di 3 persen,” pungkasnya.

Baca juga: Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Airlangga juga mengatakan pemerintah telah menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Keuangan dan Kementerian besar untuk menindaklanjuti dan menghitung berapa anggaran yang bisa dilakukan penghematan.

“Jadi tentu angkanya belum final karena yang nanti memutuskan adalah Bapak Presiden. Namun kami dengan Menteri Keuangan dan beberapa menteri dari K/L besar sudah mempersiapkan apa saja yang bisa diefisienkan,” imbuhnya.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Defisit APBN Tetap 3 Persen, Hanya Diubah Jika Terjadi Krisis Besar

Airlangga mengungkapkan sejumlah pos anggaran K/L yang berpotensi dipangkas di antaranya adalah belanja jasa, perjalanan dinas, belanja aparatur, serta pengadaan peralatan.

“Efisiensi itu bisa macam-macam. Bisa dari belanja jasa, belanja perjalanan dinas, belanja aparatur, belanja peralatan. Kemudian dari masing-masing KL juga ada program nanti yang bisa disisir,” ujar Airlangga. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

1 hour ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

2 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

3 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

3 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

3 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

4 hours ago