Poin Penting
- Pindar Samir mampu salurkan pinjaman lebih dari Rp300 miliar di kuartal I 2026, naik 57 persen (yoy).
- Repeat borrower melonjak 121 persen; Surabaya dan Bandung jadi kontributor utama
- Literasi keuangan diperkuat untuk dorong pemahaman dan cegah pindar ilegal.
Jakarta – Platform fintech peer-to-peer lending (P2P Lending) atau pinjaman daring (pindar), PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) berhasil mencatat total penyaluran pinjaman sebesar lebih dari Rp300 miliar pada kuartal I 2026, atau naik 57 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Yonathan Gautama, Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek, mengatakan bahwa catatan kinerja positif ini sejalan dengan upaya perseroan mendukung pertumbuhan penggunanya, antara lain para karyawan yang berpenghasilan UMR sampai dengan bisnis UMKM di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.
“Terus terang, kami menyambut gembira dengan kenaikan penyaluran pinjaman di kuartal pertama tahun ini. Apalagi yang melakukan peminjaman kembali ke kami itu semakin tinggi setelah mereka melakukan pelunasan yang mencapai rasio kenaikan hingga sebesar 121 persen, ini menunjukkan kehadiran kami semakin diterima oleh para pelaku usaha maupun masyarakat Indonesia,” jelas Yonathan dikutip 28 April 2026.
Baca juga: OJK Panggil Pindar Indosaku soal Dugaan Debt Collector Langgar Penagihan di Semarang
Yonathan melanjutkan kenaikan pembiayaan terbesar, tercatat pada Januari 2026 yang berhasil menembus hingga 130 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara secara portofolio, kata Yonathan, di sepanjang kuartal I 2026, kenaikan penyaluran pinjaman tidak lagi didominasi di wilayah Jabodetabek.
“Kenaikan juga terjadi di Surabaya yang mendominasi di Provinsi Jawa Timur dengan mencatat total penyaluran pinjaman naik hingga 154 persen dan Bandung di Provinsi Jawa Barat naik hingga 146 persen,” ungkapnya.
Yonathan menjelaskan, sebagai platform pindar legal dan sudah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pihaknya terus menciptakan kegiatan-kegiatan literasi dan edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat untuk terus menumbuhkan tingkat kesadaran dan pemahaman untuk menjadi cerdas dan bijak dalam mengelola keuangan.
Salah satu kegiatan yang dimaksud, antara lain perusahaan menyelenggarakan Webinar bertemakan Cerdas Mengelola Keuangan Saat Memiliki Beban Pinjaman pada awal April 2026 dan menghadirkan perencana keuangan profesional sebagai narasumbernya.
Baca juga: TWP90 Naik jadi 4,38 Persen, OJK Perketat Pengawasan Industri Pindar
“Seiring dengan peningkatan literasi keuangan, kesadaran dan pemahaman publik tentang Pindar juga meningkat, yang pada gilirannya mendorong lanskap fintech yang lebih sehat dan berkelanjutan,” terang Yonathan.
Yonathan optimistis dengan semakin gencarnya kegiatan-kegiatan literasi dan edukasi yang dilakukan PT Sahabat Mikro Fintek akan semakin meningkatkan awareness di tengah-tengah masyarakat terutama para pelaku usaha di Indonesia, termasuk membekali pengetahuan agar tidak ada lagi korban-korban peminjaman di pindar ilegal yang tidak berizin OJK.








