Poin Penting
- Amartha berhasil menyalurkan pembiayaan produktif sekitar Rp3 triliun pada kuartal I 2026
- Seluruh pembiayaan 100 persen untuk UMKM, tanpa konsumtif
- Target pertumbuhan 2026 hingga 20 persen, dengan fokus utama pada kualitas portofolio.
Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek atau Amartha mencatatkan penyaluran pembiayaan produktif sekitar Rp3 triliun sepanjang kuartal I 2026.
Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto mengatakan, secara rata-rata Amartha menyalurkan pembiayaan sekitar Rp900 miliar hingga Rp1,1 triliun setiap bulan. Dengan demikian, total pembiayaan yang disalurkan selama tiga bulan pertama tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp3 triliun.
“Q1 itu satu bulan kita bisa menyalurkan sekitar Rp1 triliun, antara Rp900 miliar sampai Rp1,1 triliun. Jadi selama Q1, totalnya kurang lebih sekitar Rp3 triliun,” ujar Aria saat ditemui usai acara Asia Grassroots Forum 2026 Amartha di Jakarta, Rabu (20/5).
Baca juga: Amartha Catat 89 Persen UMKM Binaan Naik Pendapatan, Rerata Tumbuh 63 Persen
Menurutnya, seluruh pembiayaan yang disalurkan Amartha bersifat produktif dan ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha para pelaku UMKM.
“Kami 100 persen produktif, tidak ada yang konsumtif,” tegasnya.
Target Pertumbuhan Bisnis Amartha
Di tengah ketidakpastian ekonomi, Amartha tetap menargetkan pertumbuhan bisnis hingga 20 persen sepanjang 2026.
Namun, Aria menekankan bahwa target pertumbuhan bukanlah prioritas utama perusahaan. Fokus utama Amartha pada tahun ini adalah menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat dan berkelanjutan.
“Kami tetap percaya diri bahwa di tengah situasi perekonomian saat ini, kita tetap bisa tumbuh dengan kualitas yang terjaga. Mungkin pertumbuhan sampai 20 persen tahun ini masih cukup bisa dijangkau,” kata Aria.
Baca juga: Langgar Aturan Penagihan, OJK Denda Pindar Indosaku Rp875 Juta
Ia menambahkan, besarnya pertumbuhan yang dicapai nantinya akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
“Kalau bisa tumbuh 10, 20, atau 30 persen itu alhamdulillah, tetapi itu bukan menjadi target utama untuk tahun ini. Tetap fokus di kualitas,” jelasnya. (*) Alfi Salima Puteri


