Poin Penting
- OJK menilai pasar modal syariah tetap kuat di tengah gejolak global, dengan ISSI tumbuh 17 persen yoy hingga April 2026
- Instrumen syariah mencatat pertumbuhan solid: saham, sukuk, dan reksa dana semuanya naik signifikan
- Investor syariah tembus 4 juta lebih, tumbuh 35,25 persen dengan lonjakan besar pada pengguna platform online.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa pasar modal syariah membuktikan ketahanannya di tengah ketegangan geopolitik dan kondisi pasar domestik yang masih bergejolak.
Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Henry Rialdi, menuturkan hal tersebut tercermin dari kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang masih menguat sekitar 17 persen secara tahunan di akhir April 2026.
Pada periode yang sama, lanjut Henry, kapitalisasi pasar saham syariah juga mengalami pertumbuhan lebih dari 5 persen secara tahunan menjadi Rp7.225 triliun atau mewakili hampir 70 persen dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia.
Baca juga: BEI Catat Jumlah Saham Syariah Melonjak 184 Persen, Kapitalisasi Tembus USD399 Miliar
“Sementara itu, sukuk korporasi yang beredar tumbuh sebesar 47,4 persen secara tahunan menjadi Rp92,8 triliun, dengan pangsa pasar 16,6 persen dari total surat utang dan sukuk yang beredar,” kata Henry dalam IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) di Jakarta, 20 Mei 2026.
Lebih jauh Henry menjelaskan, dari instrumen reksa dana syariah juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan nilai aset bersih Rp84,42 triliun. Ini meningkat 53,65 persen yoy, mewakili 12,12 persen dari total aset reksa dana yang dikelola.
“Selain itu, dana yang dihimpun melalui Securities Crowdfunding atau SCF Syariah, tumbuh sebesar 33 persen menjadi Rp1,12 triliun, mewakili 57,8 persen dari total dana yang dihimpun oleh seluruh SCF,” imbuhnya.
Saham Syariah Bukan Sekadar Pelengkap
Dengan pencapaian tersebut, Henry menilai syariah saat ini tak lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi penggerak utama dalam pengembangan pasar keuangan Indonesia.
Baca juga" Kenaikan BI Rate Tekan IHSG, Saham Bank Jumbo Tetap Defensif
Sementara partisipasi investor juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Per Maret 2026, kepemilikan sekuritas syariah telah melampaui 4 juta investor atau meningkat 35,25 persen secara tahunan.
Peningkatan tersebut diikuti dengan jumlah pengguna sistem perdagangan online syariah yang tumbuh lebih dari 50 ribu investor, mencapai 221,8 persen dari posisi Maret 2025. (*)
Editor: Galih Pratama


