Poin Penting:
- Presiden Prabowo menginstruksikan PLN dan Kementerian ESDM memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat berjalan tanpa kendala.
- Pemerintah membantu pemenuhan pasokan batu bara berkalori menengah dan membentuk tim pengadaan batu bara untuk menjaga stabilitas kelistrikan.
- PLN diminta mempercepat pemeliharaan sistem kelistrikan setelah pemadaman bergilir yang sempat terjadi di Pulau Jawa.
Jakarta – Pemadaman listrik PLN yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/6/2026), Prabowo memberikan arahan langsung kepada PT PLN (Persero) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat berjalan optimal tanpa gangguan.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat yang membahas pengembangan pariwisata nasional, hilirisasi industri, serta ketahanan energi nasional. Pemerintah menegaskan stabilitas pasokan energi menjadi salah satu prioritas untuk menjaga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.
Melalui akun resmi Instagram Sekretariat Kabinet, pemerintah menyatakan bahwa Presiden secara khusus meminta agar seluruh pihak terkait memastikan sistem kelistrikan nasional tetap andal. Pemerintah juga telah mengambil langkah cepat membantu pasokan batu bara PLN dan membentuk tim pengadaan batu bara gabungan guna menjaga kestabilan pasokan energi pembangkit.
“Presiden Prabowo secara khusus menginstruksikan agar pelayanan listrik kepada masyarakat dipastikan berjalan optimal tanpa kendala,” tulis akun sekretariat.kabinet, dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
Pemadaman Listrik PLN jadi Sorotan dalam Rapat Presiden
Dalam rapat tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga keandalan layanan listrik di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman dengan cadangan energi lebih dari 20 hari.
Presiden juga menekankan bahwa pelayanan listrik kepada masyarakat tidak boleh terganggu oleh persoalan pasokan energi maupun kendala operasional pembangkit. Langkah penguatan hilirisasi dan ketahanan energi dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir, Dirut PLN Lapor Prabowo
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pemerintah dan PLN telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah faktor yang memengaruhi stabilitas sistem kelistrikan.
“Kami tadi membahas tentang keberlangsungan stabilitas pelayanan pemerintah, pelayanan PLN kepada masyarakat khususnya terkait dengan listrik,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Antara, Senin (22/6).
Menurut Bahlil, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah operasional pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) serta kebutuhan batu bara berkalori menengah yang digunakan untuk proses pencampuran bahan bakar pembangkit.
Kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Sementara itu, penugasan pasokan batu bara dari Kementerian ESDM kepada perusahaan tambang mencapai sekitar 180 juta hingga 190 juta ton per tahun.
“Yang sudah dikontrak oleh PLN 134 juta ton. Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun, sekarang kan baru bulan enam, itu harusnya no issue,” kata Bahlil.
Meski demikian, ia menegaskan persoalan utama bukan terletak pada volume pasokan, melainkan ketersediaan batu bara dengan spesifikasi kalori menengah yang dibutuhkan pembangkit listrik.
PLN Diminta Percepat Pemeliharaan Sistem Kelistrikan
Sebagai tindak lanjut atas gangguan yang terjadi, pemerintah meminta PLN mempercepat program pemeliharaan fasilitas kelistrikan untuk meningkatkan keandalan sistem dan mencegah gangguan serupa terulang.
“Kita meminta ke PLN agar segera melakukan maintenance agar betul-betul bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bahlil.
Baca juga: Bahlil Pastikan Tak Ada Mati Listrik Lagi, Meski PLN Kurang 20 Juta Ton Batu Bara
Pada saat yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melaporkan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik setelah sempat terjadi pemadaman bergilir pada pekan lalu.
“Kami ingin menyampaikan kabar baik bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir,” kata Darmawan.
Menurutnya, perbaikan kondisi tersebut didukung oleh mulai tersedianya pasokan energi primer yang sesuai kebutuhan pembangkit listrik. Selain itu, salah satu pembangkit besar milik mitra PLN yang sebelumnya mengalami kendala teknis juga telah kembali beroperasi dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa.
Darmawan menjelaskan sebelumnya terdapat dua pembangkit besar milik mitra yang mengalami gangguan teknis sehingga keluar dari sistem. PLN bersama mitra pembangkit kemudian melakukan perbaikan untuk memulihkan pasokan listrik.
Pengamat Minta Evaluasi Menyeluruh Rantai Pasok Energi
Pengamat Energi dari Koalisi Energi Untuk Rakyat, Kaharuddin, menilai gangguan yang berulang perlu menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem ketenagalistrikan nasional.
Menurut dia, persoalan yang terjadi tidak cukup dilihat dari sisi gangguan teknis semata, melainkan juga harus mencakup rantai pasok energi primer dan manajemen risiko operasional pembangkit.
“Pemadaman yang terjadi berulang kali menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam pengelolaan sistem kelistrikan. Yang perlu dievaluasi bukan hanya gangguan teknis di lapangan, tetapi juga rantai pasok energi dan memastikan keandalan sistem tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PLN sebagai operator sistem kelistrikan terbesar di Indonesia harus memiliki langkah mitigasi yang mampu meminimalkan dampak terhadap masyarakat apabila terjadi gangguan pasokan energi maupun pembangkit keluar dari sistem.
Kaharuddin menegaskan listrik merupakan infrastruktur strategis yang menopang aktivitas rumah tangga, pendidikan, layanan kesehatan, industri hingga UMKM. Karena itu, setiap gangguan pasokan listrik dapat menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas.
Dengan adanya instruksi langsung dari Presiden serta langkah perbaikan pasokan energi dan pemeliharaan sistem, pemerintah berharap kejadian pemadaman listrik PLN yang sempat terjadi berulang dapat dicegah sehingga pelayanan listrik kepada masyarakat semakin andal dan stabil. (*)
Editor: Yulian Saputra


