Poin Penting
- Bank Jatim memastikan payroll ASN tetap dikelola BPD, setelah pemerintah menyampaikan tidak akan memindahkan payroll ASN ke Himbara
- Payroll ASN Bank Jatim mencapai 419.053 rekening, dengan pertumbuhan 4,72% secara tahunan seiring bertambahnya formasi ASN
- Bank Jatim tak ingin bergantung pada captive market ASN dan terus memperluas bisnis transactional banking melalui pengembangan fitur serta layanan perbankan.
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim menanggapi isu pemindahan payroll aparatur sipil negara (ASN) dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim, RM Wahyukusumo Wisnubroto, mengatakan isu tersebut sempat memicu respons dari berbagai pihak, mulai dari Serikat Pekerja BPD, sejumlah komisi di DPR, hingga Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda).
“Kemarin sebetulnya pertanyaan ini terjawab sudah. Pak Menteri di istana menyampaikan bahwa pemindahan payroll ASN ke Himbara ini tidak akan dilakukan. Karena memang ini adalah sumber likuiditas dari BPD,” ucapnya dalam Public Expose Live di Jakarta, 9 September 2026.
Baca juga: Mengintip Kondisi DPK Industri BPD di Tengah Kabar Payroll ASN Beralih ke Himbara
Menurut Wahyukusumo, apabila seluruh dana payroll ASN terkonsentrasi dan tersentralisasi di Himbara, fungsi desentralisasi ekonomi di daerah berpotensi tidak berjalan secara optimal.
Ia menilai, daerah membutuhkan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh BPD. Pasalnya, BPD memiliki jaringan yang lebih luas untuk menjangkau berbagai titik yang membutuhkan fungsi intermediasi perbankan.
“Makanya kemarin sebetulnya disampaikan bahwa ini nggak akan terjadi, bahwa ASN ini tetap dalam pengelolaan BPD seluruh Indonesia, karena efeknya tidak hanya Bank Jatim, tetapi seluruh Indonesia,” tegasnya.
Dari sisi bisnis, Wahyukusumo mengungkapkan, jumlah payroll ASN yang dikelola Bank Jatim saat ini mencapai 419.053 rekening. Jumlah tersebut merepresentasikan mayoritas ASN di wilayah Jawa Timur.
Jumlah payroll tersebut juga terus bertumbuh seiring dengan penambahan formasi ASN baru.
“Ini terus tumbuh seiring penambahan jumlah formasi ASN. Di tahun ini tumbuh 4,72 persen secara year on year,” ujarnya.
Baca juga: Efek Domino Pengalihan Payroll ASN dari BPD: Hentikan Proses “Pengeringan” Ekonomi Daerah
Meski memiliki basis captive market dari segmen ASN, Bank Jatim tidak ingin bergantung pada bisnis payroll semata.
Perseroan terus melakukan transformasi dan memperluas cakupan bisnis untuk memperkuat perannya sebagai transactional banking.
“Sehingga melalui fitur-fitur yang telah kami kembangkan, harapan kita di sektor-sektor perorangan maupun di komersial itu kita juga akan tumbuh,” tutupnya. (*)
Editor: Galih Pratama


