Poin Penting
- Pangsa pasar perbankan syariah masih 7-8% meski literasi mencapai 43%.
- BSN mendorong kolaborasi likuiditas antarbank melalui instrumen SiPA.
- Kinerja BSN tumbuh solid, pembiayaan naik 22% dan fokus ke perumahan MBR.
Jakarta – Bank Syariah Nasional (BSN) menyoroti rendahnya pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia yang masih berada di kisaran 7-8 persen.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menilai kondisi tersebut sebagai anomali sekaligus tantangan besar bagi industri keuangan syariah nasional. Pasalnya, literasi keuangan syariah telah mencapai 43 persen, sementara tingkat inklusi masih sekitar 13 persen, meski mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.
“Pangsa pasar perbankan syariah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang pangsa pasarnya bisa mencapai 43 persen, padahal populasi muslimnya hanya sekitar 60 persen,” ujar Alex di Jakarta, Rabu, 23 April 2026.
Baca juga: Literasi Rendah jadi PR Besar Bank Syariah, Ini Strategi Permata Bank
Menurut Alex, kondisi tersebut menunjukkan potensi pengembangan keuangan syariah masih sangat besar dan membutuhkan kolaborasi seluruh pelaku industri.
Kolaborasi SiPA Perkuat Likuiditas Antarbank
Untuk mendorong pertumbuhan industri, BSN memperkuat kolaborasi antarbank melalui implementasi Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA).
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian dengan BCA Syariah dan Bank Aladin Syariah di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Kolaborasi Bank Aladin Syariah, BSN, dan BCA Syariah Perkuat Transaksi Pasar Uang Syariah Lewat SiPA
Menurut Alex, SiPA menjadi instrumen penting untuk mengintegrasikan likuiditas antarbank syariah, sehingga meningkatkan efisiensi dan memperkuat stabilitas industri.
“Dengan adanya SiPA, kita bisa mengoptimalkan kerja sama antarbank untuk mendorong pertumbuhan industri syariah secara bersama-sama,” katanya.
Ia menambahkan, SiPA tidak hanya berfungsi sebagai instrumen transaksi likuiditas, tetapi juga memperkuat efisiensi dan ketahanan industri keuangan syariah secara keseluruhan.
Kinerja Tumbuh Solid, Fokus Pembiayaan Perumahan
BSN optimistis kolaborasi melalui instrumen ini dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar pangsa pasar perbankan syariah ke depan.
Dari sisi kinerja, BSN mencatat pertumbuhan solid pada kuartal I/2026. Pembiayaan dan aset masing-masing tumbuh sekitar 22 persen secara tahunan (year-on-year), sementara dana pihak ketiga meningkat sekitar 16 persen.
BSN juga memperkuat fokus pada pembiayaan sektor perumahan berbasis syariah. Tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan sekitar 70.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 60.000 unit.
Selain itu, pembiayaan emas mencatat lonjakan signifikan dengan pertumbuhan mencapai 6.000 persen secara tahunan pada kuartal I/2026, dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Baca juga: Fokus Garap Perumahan, BSN Bidik Pembiayaan 2026 Tumbuh 20 Persen
Sebagai bank hasil spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Tabungan Negara (BTN), BSN kini memegang peran signifikan di industri. Perseroan tercatat sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan total aset mencapai Rp72,9 triliun, didukung jaringan 37 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu. (*) Ayu Utami








