Poin Penting
- ETF Emas dinilai menjadi alternatif investasi yang menggabungkan fungsi lindung nilai dengan likuiditas pasar modal.
- Instrumen ini dapat menjembatani investor ritel dengan pasar komoditas serta memperluas basis investor domestik.
- Investor tetap perlu memperhatikan tracking error, biaya pengelolaan, likuiditas, spread bid-ask, dan underlying asset.
Jakarta – Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, memberikan pandangannya terkait instrumen investasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas yang baru diluncurkan pada Senin (10/8).
Nafan menyebut, ETF Emas berpesan sebagai alternatif instrumen investasi yang menjembatani keamanan aset lindung nilai, dengan likuiditas, serta efisiensi transaksi di pasar modal RI.
Selain itu, ETF Emas dapat menjadi jembatan bagi investor ritel untuk mengakses pasar komoditas. Selama ini, sebagian masyarakat masih mengenal emas sebagai aset fisik.
“Dengan ETF, emas semakin terintegrasi dengan ekosistem pasar modal sehingga berpotensi meningkatkan financial inclusion sekaligus memperluas basis investor domestik,” ujar Nafan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Baca juga: ETF Emas Melantai di BEI, Ini 3 Pesan Penting Wamenkeu Juda Agung
Nafan menambahkan, peluncuran ETF Emas di BEI merupakan perkembangan yang positif dan cukup strategis bagi pendalaman pasar modal Indonesia.
“Investor dapat memperoleh eksposur terhadap harga emas melalui mekanisme perdagangan di bursa tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik,” imbuhnya.
Investor Perlu Perhatikan Risiko ETF Emas
Meski demikian, Nafan mengimbau investor tetap memperhatikan sejumlah faktor, seperti tracking error, biaya pengelolaan, likuiditas ETF, spread bid-ask, serta mekanisme underlying asset.
Hal tersebut penting karena ETF tidak selalu bergerak persis mengikuti harga emas dunia. Selain itu, harga emas telah mengalami kenaikan signifikan sehingga investor sebaiknya tidak menjadikan peluncuran ETF sebagai alasan untuk mengejar harga.
Baca juga: ETF Emas Jadi Pilihan Investasi Baru Asuransi, Airlangga Ungkap Manfaatnya
Sehingga Nafan menegaskan bahwa ETF merupakan sarana untuk memperoleh eksposur terhadap emas, bukan instrumen yang menghilangkan risiko koreksi harga emas. (*)
Editor: Yulian Saputra


