Poin Penting:
- Gempa magnitudo 6,7 mengguncang Palu dan memicu kepanikan warga serta pasien di Rumah Sakit Samaritan.
- BMKG menyatakan gempa berkedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
- Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa.
Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6). Guncangan yang terjadi pada pukul 10.27 WIB itu memicu kepanikan warga, termasuk pasien dan pengunjung Rumah Sakit (RS) Samaritan yang berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa peristiwa tersebut merupakan gempa bumi tektonik dengan pusat aktivitas berada di wilayah tenggara Palu. Getaran dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah sekitar, sehingga membuat masyarakat memilih menjauhi bangunan dan mencari lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan data BMKG, pusat guncangan berada pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Aktivitas seismik itu terjadi pada kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: BMKG Deteksi Tsunami di Sulut dan Malut usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina
BMKG Pastikan Gempa Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menjelaskan bahwa peristiwa tersebut termasuk kategori gempa dangkal. Meski kekuatannya cukup besar dan dirasakan luas oleh masyarakat, hasil pemodelan menunjukkan tidak ada potensi tsunami yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
“Gempa bumi tersebut berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer, namun hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami,” sebut BMKG dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Tidak lama setelah guncangan utama terjadi, lembaga pemantau geologi internasional United States Geological Survey (USGS) juga mencatat adanya aktivitas susulan berkekuatan magnitudo 5,2. Gempa susulan tersebut terdeteksi sekitar 44 kilometer timur tenggara Palu dengan kedalaman yang sama, yakni 10 kilometer.
Pasien dan Pengunjung RS Samaritan Dievakuasi
Dampak kepanikan akibat gempa terlihat jelas di Rumah Sakit Samaritan. Sesaat setelah guncangan terasa, pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan bergegas meninggalkan gedung menuju area terbuka.
Sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan dievakuasi menggunakan kursi roda maupun tempat tidur sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Halaman rumah sakit pun dipenuhi pasien dan pengunjung yang memilih bertahan di luar bangunan hingga situasi dinilai aman.
“Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa,” ujar Salam, salah satu warga yang sedang berada di RS, dikutip Antara.
Petugas rumah sakit turut mengarahkan proses evakuasi agar berlangsung tertib serta memastikan seluruh pasien tetap dalam kondisi aman selama proses penanganan darurat berlangsung.
Baca juga:
Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan rangkaian gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Perkembangan dampak gempa di Palu masih terus dipantau oleh otoritas terkait untuk memastikan kondisi keamanan masyarakat dan infrastruktur pascaguncangan. (*)
Editor: Galih Pratama


