Poin Penting
- BCA Syariah optimistis prospek industri perbankan tetap positif meski daya beli masyarakat menghadapi tekanan.
- Indonesia dinilai masih menjadi pasar yang menarik dengan potensi pertumbuhan yang besar.
- Perbankan perlu memperkuat penghimpunan dana murah dan meningkatkan inovasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis.
Jakarta – Industri perbankan nasional diperkirakan masih menghadapi berbagai tantangan sepanjang tahun ini, terutama akibat dinamika ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat, khususnya pada segmen menengah dan menengah bawah. Meski demikian, prospek sektor perbankan dinilai tetap menjanjikan seiring besarnya potensi pasar domestik Indonesia.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengatakan optimisme terhadap industri perbankan masih terjaga karena Indonesia tetap dipandang sebagai pasar yang potensial, termasuk oleh pelaku usaha dan investor dari luar negeri.
“Bagaimanapun juga Indonesia masih dipandang sebagai pasar yang potensial. Bahkan orang luar pun masih melihat Indonesia sebagai pasar yang menarik,” ujar Yuli, di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Baca juga: Strategi BCA Syariah Gaet Nasabah Baru melalui Layanan Digital
Menurutnya, pelaku industri perbankan perlu terus mencermati perkembangan ekonomi dan dinamika yang terjadi di masyarakat agar dapat merespons perubahan secara cepat dan tepat.
“Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan ketanggapan dan lebih cermat dalam melihat dinamika yang terjadi,” katanya.
Perbankan Harus Adaptif terhadap Perubahan
Yuli menambahkan, sebagai pelaku usaha yang beroperasi di dalam negeri, perbankan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan masyarakat dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjaga pertumbuhan bisnis.
Karena itu, ia menilai prospek industri perbankan nasional masih tetap positif meskipun tantangan ekonomi masih membayangi.
Di sisi lain, perbankan juga perlu beradaptasi terhadap berbagai kebijakan dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi. Menurut Yuli, setiap kebijakan pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan negara sehingga industri harus mampu menyesuaikan diri.
“Kita memang harus mengikuti setiap perkembangan. Apa pun kebijakannya, tentu untuk kebaikan negara ini, sehingga kita perlu beradaptasi dengan kondisi yang ada,” ujarnya.
Baca juga: BCA Syariah Permudah Akses Pembiayaan Rumah, Kendaraan dan Emas di BCA Expoversary 2026
Dana Murah jadi Kunci Pertumbuhan
Lebih lanjut, Yuli menekankan pentingnya strategi penghimpunan dana murah atau low-cost fund di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Bank juga dituntut untuk terus menghadirkan inovasi dan kreativitas guna memperluas basis nasabah.
“Bagi bank-bank, tentu kita tetap harus mencari sumber-sumber dana yang murah. Kemudian harus lebih banyak lagi inisiatif dan kreativitas untuk menjaring nasabah,” tuturnya.
Baca juga: BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
Terkait dampak kondisi ekonomi terhadap biaya dana (cost of fund), Yuli mengakui perubahan lingkungan bisnis akan memengaruhi industri perbankan. Oleh karena itu, bank perlu melakukan berbagai langkah antisipatif agar kinerja tetap terjaga.
“Kalau ada dampaknya terhadap biaya dana, pasti ada. Karena itu perlu dilakukan antisipasi terhadap perkembangan yang terjadi,” pungkasnya. (*) Ayu Utami


