Poin Penting
- Bank Banten menargetkan pertumbuhan kredit 56% pada 2026.
- Strategi utama melalui optimalisasi dan ekspansi pengelolaan RKUD.
- Potensi kredit besar dari ASN dan ekosistem pemda hingga Rp3,6 triliun.
Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menargetkan pertumbuhan kredit 56 persen pada 2026. Target ini akan dicapai melalui optimalisasi pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengungkapkan, pertumbuhan BPD, termasuk Bank Banten, tidak terlepas dari pengelolaan RKUD. Namun, berbeda dengan BPD lain, Bank Banten belum mengelola seluruh RKUD pemerintah daerah (Pemda) se-Banten.
Saat ini, jumlah Pemda yang mempercayakan pengelolaan RKUD terus bertambah. Terbaru, Bank Banten menjalin kerja sama dengan Kabupaten Serang. Secara total, BEKS telah mengelola RKUD Pemprov Banten, Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Serang.
Artinya, masih ada peluang perluasan ke daerah-daerah lain yang belum bergabung, seperti Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan.
“Kami berusaha untuk memaksimalkan kinerja Bank Banten dengan cara memaksimalkan pengelolaan RKUD. Pertama adalah memaksimalkan kinerja bisnis yang ada sekarang. Kemudian yang kedua, menggali peluang baru. Peluang baru dalam konteks ini adalah pengembangan pengelolaan RKUD kota dan kabupaten. Ketiga adalah pembangunan pengembangan sinergi bisnis. Baik dengan Bank Jatim maupun anggota KUB-nya,” papar Busthami dalam Public Expose Bank Banten di Serang, Selasa, 28 April 2026.
Pengelolaan RKUD memang berimplikasi langsung pada kinerja BPD. RKUD menjadi pintu masuk bagi BPD untuk melakukan penetrasi bisnis, seperti kredit ASN, PPPK, hingga kontraktor-kontraktor di ekosistem pemda.
Baca juga: Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang
Pada kesempatan sama, Direktur Kepatuhan Bank Banten Eko Virgianto, membeberkan rencana bisnis bank (RBB) Bank Banten pada 2026. Kredit ditargetkan tumbuh 56 persen, DPK 37 persen, aset 22 persen, dan laba bersih 60 persen.
Pertumbuhan kredit yang dipatok agresif cukup beralasan, mengingat potensinya memang besar, terlebih setelah bergabungnya RKUD Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Artinya, ada potensi kredit ASN yang bisa di-take over di kedua wilayah tersebut.
“Alhamdulillah sampai dengan April, RKUD yang beralih itu ada tambahan dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Dan di Kabupaten Lebak dan Kota Serang juga masih ada portofolio yang belum kita ambil,” papar Eko.
Baca juga: Fokus Memperkuat Fondasi Pertumbuhan, Bank Banten Absen Tebar Dividen
Sebenarnya kalau kita bisa ambil semua termasuk kontraktor, yang sebenarnya ada potensi lagi. Itu Rp3,6 triliun. Jadi kalau target kita naik Rp2,7 triliun, masih sangat manageable, realistis karena memang RKUD-nya beralih,” lanjut Eko.
Sebagai gambaran, angka kredit baru sebesar Rp2,7 triliun itu dengan asumsi pertumbuhan 56 persen dibandingkan tahun lalu. (*) Ari Astriawan




