Poin Penting
- Pendapatan AirAsia Indonesia naik 5,9% menjadi Rp2,1 triliun pada Q1 2026.
- Kerugian berhasil ditekan 52,7% menjadi Rp336,44 miliar.
- Kinerja didorong peningkatan penumpang, jaringan, dan efisiensi operasional.
Jakarta – PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) membukukan pendapatan Rp2,1 triliun pada kuartal I 2026, naik 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,98 triliun.
Seiring peningkatan pendapatan, perseroan berhasil menekan kerugian hingga 52,7 persen menjadi Rp336,44 miliar, dari sebelumnya Rp710,85 miliar. Perbaikan ini didorong strategi peningkatan produktivitas pesawat dan optimalisasi jaringan penerbangan.
Direktur Utama CMPP, Captain Achmad Sadikin Abdurachman menyatakan, kinerja positif pada kuartal pertama tahun 2026 mencerminkan ketahanan Perseroan dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Indonesia AirAsia.
“Pertumbuhan pendapatan, peningkatan jumlah penumpang, serta pengembangan jaringan menunjukkan bahwa strategi Indonesia AirAsia dalam memperkuat konektivitas dan menghadirkan layanan yang bernilai berjalan dengan baik,” ujar Achmad dalam keterangan resmi dikutip, Rabu, 29 April 2026.
Baca juga: Ini Strategi Indonesia AirAsia (CMPP) Perkuat Kinerja pada 2026
Total pendapatan perseroan tersebut didominasi penjualan kursi sebesar Rp1,76 triliun, disusul pendapatan tambahan (ancillary) seperti bagasi, layanan penerbangan, charter, dan kargo sebesar Rp348 miliar.
Tidak hanya itu, pertumbuhan juga ditopang penyesuaian jaringan melalui Indonesia AirAsia yang fokus pada rute domestik dan internasional dengan kontribusi lebih optimal.
Optimalisasi tersebut mendorong kenaikan revenue per available seat kilometre (RASK) sebesar 11,4 persen, mencerminkan peningkatan kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan pendapatan dari kapasitas yang tersedia.
Adapun, Indonesia AirAsia mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 8,9 persen menjadi 1,67 juta penumpang, didukung oleh tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 83 persen. Jumlah penerbangan turut meningkat 8,8 persen dibandingkan kuartal I 2025.
Baca juga: AirAsia Indonesia Kantongi Pendapatan Rp7,87 Triliun, Rugi Terpangkas 15 Persen
Efisiensi Tekan Beban Operasional
Sementara dari sisi pengeluaran, Perseroan berhasil menurunkan beban operasional sebesar 6,1 persen. Sementara itu, Cost per Available Seat Kilometre (CASK) relatif stabil di kisaran minus 0,2 persen.
Adapun CASK tanpa bahan bakar mencatat peningkatan efisiensi sebesar 6,2 persen, menunjukkan pengendalian biaya yang semakin baik. (*)
Editor: Yulian Saputra




