Poin Penting
- Permata Bank masih mengkaji arah RBB seiring rencana OJK memasukkan dukungan program pemerintah, dengan penekanan bahwa RBB adalah komitmen strategis, bukan sekadar kepatuhan. Struktur neraca bank dinilai masih terkonsentrasi di segmen korporasi dan KPR, sehingga diversifikasi portofolio menjadi fokus untuk memperkuat ketahanan bisnis
- Permata Bank mendorong ekspansi pembiayaan ke commercial, SME, dan ritel non-mortgage serta memperkuat pendanaan.
Jakarta – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji arah Rencana Bisnis Bank (RBB). Hal ini seiring dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan memasukkan dukungan terhadap program pemerintah dalam lampiran RPOJK terkait RBB.
Menurutnya, penyusunan RBB bukan sekadar formalitas kepatuhan, melainkan bentuk komitmen strategis bank yang harus tetap selaras dengan visi bisnis dan profil risiko perusahaan.
“RBB itu kan sebenarnya akan menjadikan komitmen bank. Tapi kita juga terus berdialog dengan regulator untuk memastikan bahwa apapun yang kita jalankan terkait dengan kepatuhan terhadap regulasi itu sesuai dengan strategi, visi, dan juga appetite bank,” ujarnya saat ditemui usai acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4).
Baca juga: Bank Permata Sudah Mulai Turunkan Suku Bunga Kredit Modal Usaha
Ia menambahkan, hingga saat ini pembahasan terkait regulasi tersebut masih bersifat dinamis dan terus didiskusikan dengan regulator.
“Ini semua masih dinamis dan itu masih terus kita lakukan dialog dengan regulator,” katanya.
Di sisi lain, Rudy juga menyinggung tantangan penguatan fundamental bisnis Permata Bank, terutama terkait struktur neraca yang dinilai masih cukup terkonsentrasi pada segmen korporasi dan kredit pemilikan rumah (mortgage).
Padahal, di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan industri perbankan, diversifikasi portofolio dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan bisnis.
“Kalau saya bisa terbuka ya, balance sheet Permata itu cukup terkonsentrasi di korporasi dan di mortgage. Nah ini yang harus diperkuat bagaimana supaya bisa lebih di-diversifikasi,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Permata Bank mulai mendorong penguatan pembiayaan pada segmen commercial banking, usaha kecil dan menengah (SME), hingga retail non-mortgage agar struktur pembiayaannya lebih seimbang.
Baca juga: Soal Revisi RBB, OJK Tegaskan Kredit ke Program Pemerintah Tak Wajib
“Jadi pembiayaan juga kuat di commercial, kuat di SME, dan juga kuat di retail di luar mortgage. Itu jadinya cara kami untuk memperkuat,” jelas Rudy.
Tak hanya dari sisi penyaluran kredit, Permata Bank juga berupaya memperkuat struktur pendanaan dengan memperbesar basis dana murah dan dana ritel. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga likuiditas sekaligus memperkuat daya tahan neraca bank di tengah kompetisi penghimpunan dana yang semakin ketat.
“Dan salah satunya juga memperkuat dari sisi pendanaannya, termasuk pendanaan dari segmen-segmen retail,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri








