“Pasar modal itu sangat sensitif terhadap keputusan-keputusan pemerintah terkait investasi,” kata Nurhaida di Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016.
Selain kebijakan investasi, lanjut Nurhaida, keputusan berinvestasi juga harus mempertimbangkan sejumlah data-data makroekonomi domestik di saat perekonomian global berada pada fase ketidakpastian.
(Baca juga: Paket Kebijakan Pemerintah Punya Nuansa Positif ke Investor)
Karena semua peristiwa global di 2016 yang memicu gejolak ekonomi dunia telah berdampak pada kinerja pasar modal Indonesia.
“Isu The Fed, Brexit dan penurunan ekonomi China sangat berpengaruh ke pasar modal global, termasuk pasar modal domestik,” tuturnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More