News Update

OJK dan ABI Dorong Masyarakat Melek Kripto Lewat BLK 2026

Poin Penting

  • OJK bersama Asosiasi Blockchain Indonesia menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas keputusan masyarakat dalam bertransaksi kripto
  • Kontribusi kripto ke ekonomi digital terus meningkat, tercermin dari pajak kripto yang naik dari Rp796,73 miliar (akhir 2025) menjadi Rp1,96 triliun per Februari 2026
  • Tantangan utama industri meliputi rendahnya literasi, fragmentasi kepercayaan, dan dinamika regulasi; kolaborasi regulator, industri, akademisi, serta inovasi

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menyelenggarakan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026. Ini sebagai untuk meningkatkan pengetahuan kripto kepada masyarakat luas.

Saat ini kripto sudah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi digital. Hal ini tercermin dari penerimaan pajak kripto pada akhir 2025 yang mencapai Rp796,73 miliar. Angka ini konsisten naik. Per Februari 2026, kontribusi pajak kripto naik jadi Rp1,96 triliun.

Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK mengatakan, tingkat literasi menjadi penting bagi mereka yang hendak mendalami transaksi kripto.

Baca juga: OJK Ungkap Geopolitik Global Tekan Transaksi Kripto Awal 2026

Berdasarkan data Crypto Literacy pada 2024, menunjukkan bahwa hanya sekitar 31,8 persen responden global yang benar-benar memahami prinsip dasar aset kripto.

Sementara, survei literasi inklusi keuangan OJK tahun 2025 juga menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia sebesar 66,46 persen dan inklusi keuangan 80,51 persen.

“Dan ini (banyak) kita asosiasikan ke perbankan. Nah, untuk kripto dan lain aset digital lainnya, kita masih perlu berjuang dengan keras,” katanya di Pembukaan BLK, Selasa, 7 April 2026.

Menurut Adi, lietasi yang digalakkan dalam BLK 2026 tak sekadar pengenalan istilah dan cara bertransaksi kripto, tapi juga meningkatkan kemampuan untuk mitigasi risiko dan mengambil keputusan yang tepat.

Selain itu, Adi menambahkan, literasi akan efektif jika tidak dilakukan secara parsial. Oleh karenanya, OJK menekankan pentingnya kolaborasi dari beragam stakeholders.

"Selain dari regulator dan pemain di industri sendiri, penting juga melibatkan akademisi dan praktisi," jelas Adi.

Dengan demikian, Adi menilai, penyelenggaraan BLK 2026 menjadi penting. BLK diharapkan mampu mendorong literasi dan inklusi kripto secara lebih luas dan merata.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta memastikan bahwa setiap aktivitas dalam ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto ini dilaksanakan sesuai dengan prinsip tata keuangan yang baik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Adi.

“Kita bersama-sama ingin membangun ekosistem aset keuangan digital Indonesia yang kuat, berdaya saing, dan memberikan manfaat yang luas kepada perekonomian Indonesia,” tambahnya.


“Integrasi Inovasi Blockchain dan Kripto”

Adapun BLK 2026 mengusung tema “Integrasi Inovasi Blockchain dan Kripto”. Robby Bun, Ketua Umum ABI menjelaskan, pemilihan tema ini merupakan wujud transformasi ekosistem digital yang inklusif.

Di era sekarang, menurut Robby, blockchain dan kripto tidak lagi berada di tahap eksperimental. Teknologi ini telah menjadi bagian dari arsitektur yang sistem keuangan dan digitalnya yang lebih luas. Namun begitu, masih ada beberapa isu penting yang menjadi sorotan pelaku industri untuk mendorong akses kripto yang lebih luas.

“Isu-isu yang selama ini selalu menjadi perhatian kami sebagai pelaku industri adalah fragmentasi kepercayaan pengguna terhadap industri aset kripto di Indonesia. Fragmentasi ini tidak muncul dari satu faktor, melainkan kombinasi dari beberapa tekanan sekaligus,” ujarnya.

Dinamika regulasi yang bergerak cepat, maraknya aktivitas ilegal, hingga masih rendahnya tingkat literasi masyarakat, menjadi beberapa faktor fragmentasi tersebut. Ini mendorong ABI untuk terus menjamin kepercayaan publik dan mendorong literasi serta inklusi kripto.

Baca juga: Transaksi Kripto per Februari 2026 Tembus Rp24,33 Triliun

Salah satunya adalah dengan meluncurkan layanan aduan konsumen bagi nasabah kripto. Dengan demikian, pelanggan aset kripto bisa melaporkan ke asosiasi jika ada tindakan yang tidak sesuai dengan regulasi.

Ke depan, Robby berharap kalau penyelenggaraan BLK dan inovasi dari ABI mampu menjadi katalis dalam meningkatkan literasi dan inklusi aset kripto.

“Melalui kegiatan ini, kami dapat bersama-sama mendorong terciptanya ekosistem blockchain dan kripto yang inklusif, berkelanjutan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Robby. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Halaman12

Page: 1 2

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

3 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

6 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

6 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

7 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

7 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

8 hours ago