Poin Penting
- OJK Banten mendukung Pekan Olahraga Perbarindo Tangerang sebagai wadah memperkuat solidaritas dan sinergi antar-BPR
- OJK mendorong tiga komisariat Perbarindo di Banten bergabung menjadi satu pada 2027 untuk meningkatkan kekompakan industri BPR
- Peserta Pekan Olahraga Perbarindo Tangerang 2026 meningkat menjadi 28 kontingen, terdiri dari 27 BPR dan satu perwakilan OJK.
Tangerang Selatan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Tangerang.
Ajang tahunan itu dinilai tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, tapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan sinergi antarpelaku industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR).
Dukungan itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, saat menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Perbarindo Komisariat Tangerang di Cobra Champion Arena, Pondok Jagung, Kota Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9).
Pekan Olahraga Perbarindo Komisariat Tangerang tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat dan berlangsung pada 12-13 September 2026. Menurut Adi, keberlanjutan kegiatan itu penting untuk membangun hubungan yang semakin erat di antara BPR di Provinsi Banten.
“Harapan kami tentunya di tahun depan, tahun 2027, Perbarindo Banten terbentuk. Sehingga yang semula di Banten ini ada tiga komisariat, dapat bergabung menjadi satu menjadi Perbarindo. Harapannya juga pekan olahraga ini tetap dilaksanakan setiap tahun, sehingga kekompakan dan sinergi antar-BPR di Provinsi Banten, dapat menjadi jauh lebih baik lagi,” ujar Adi Dharma.
Baca juga: LPS Buka Opsi Investor Relation untuk Perkuat Industri BPR
Perkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Komisaris Utama Universal BPR sekaligus Penasihat Panitia Pekan Olahraga Perbarindo Komisariat Tangerang, Kaman Siboro, turut menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong di kalangan pelaku industri BPR.
Menurut Kaman, kegiatan olahraga bersama dapat menjadi momentum untuk membangun solidaritas, kerja sama, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran industri BPR dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui semangat gotong royong dan kebersamaan, kita akan semakin mampu membantu masyarakat. Bersama kita bisa, bersatu kita sukses. Itulah yang kita harapkan terhadap BPR ini secara keseluruhan,” kata Kaman.
Kaman juga menjelaskan alasan dipilihnya sejumlah cabang olahraga dalam penyelenggaraan tahun ini, di antaranya bulu tangkis dan sepak bola mini. Kedua olahraga itu dinilai memiliki daya tarik yang luas sehingga mampu meningkatkan partisipasi peserta sekaligus menciptakan suasana kebersamaan antarpeserta.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan olahraga juga menjadi pengingat bagi para praktisi perbankan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan produktivitas dalam bekerja. Hal itu, kata Kaman, sejalan dengan prinsip mens sana in corpore sano, yang menekankan pentingnya kesehatan tubuh untuk mendukung kekuatan dan kebugaran jiwa.
“Dengan kesehatan yang baik, tentu dalam bekerja nanti juga akan menjadi lebih baik,” katanya.
Baca juga: LPS Siapkan Integrasi Core Banking BPR, Ini Jadwal Penerapannya
Peserta Meningkat Menjadi 28 Kontingen
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Komisariat Perbarindo Tangerang, Antonius Teddy, mengatakan jumlah peserta Pekan Olahraga Perbarindo Komisariat Tangerang ke-4 tahun 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, sebanyak 28 kontingen ambil bagian dalam ajang olahraga tersebut. Jumlah itu terdiri atas 27 BPR dan satu perwakilan OJK.
“Ini adalah Pekan Olahraga yang keempat. Pesertanya meningkat, dari 24 (kontingen) pada tahun lalu, tahun ini menjadi 28 kontingen. Jumlah ini mencakup 27 BPR serta perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ucapnya.
Antonius juga menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK serta kontribusi seluruh jajaran panitia dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan OJK dalam kegiatan Pekan Olahraga Perbarindo tidak hanya memperkuat pelaksanaan acara, tapi juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kemitraan yang semakin baik antara otoritas pengawas dan industri BPR di Provinsi Banten. (*) Ari Nugroho


